Di balik proses uji tabrak kendaraan atau crash test, terdapat boneka khusus yang digunakan sebagai pengganti manusia saat pengujian berlangsung. Boneka tersebut bukan sekadar manekin biasa. Dalam dunia otomotif, alat ini dikenal sebagai dummy crash test, yang dirancang khusus untuk merekam berbagai dampak benturan ketika kendaraan mengalami kecelakaan. Melalui dummy tersebut, penguji dapat mengetahui seberapa besar risiko cedera yang mungkin dialami penumpang saat terjadi tabrakan. Hasil pengujian inilah yang kemudian menjadi salah satu acuan dalam menilai tingkat keselamatan kendaraan. Fasilitas crash test di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Kepala Laboratorium Passive Safety, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), W Aris Munandar, mengatakan bahwa setiap dummy dibekali puluhan sensor yang tersebar di hampir seluruh bagian tubuh. “Per dummy ada 30 sensor, mulai dari kepala, leher, dada, paha, lutut, tulang kering, sampai kaki,” kata Aris kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Menurut dia, seluruh sensor tersebut bertugas merekam berbagai data saat benturan terjadi, mulai dari tekanan, getaran, hingga energi yang diterima tubuh boneka simulasi. “Semuanya kami cek. Ada ambang batas maksimum yang tidak boleh melebihi standar yang sudah ditetapkan,” ujar Aris. Test crash Renault Kwid dengan satu airbag. Dengan adanya sensor tersebut, penguji bisa mengetahui apakah struktur kendaraan dan fitur keselamatan mampu melindungi penumpang secara optimal atau tidak. “Jadi, getaran atau energi yang tersalur ke penumpang harus sekecil mungkin agar semakin aman,” kata dia. Aris menjelaskan, pengujian ini penting karena kecelakaan tidak hanya dipengaruhi kekuatan bodi kendaraan, tetapi juga bagaimana energi benturan diserap dan tidak langsung diteruskan ke tubuh penumpang. Karena itu, data dari sensor dummy menjadi bagian vital dalam evaluasi keselamatan kendaraan modern. Semakin kecil energi benturan yang diterima dummy, maka risiko cedera pada penumpang juga semakin rendah. Sebagai informasi, dummy crash test dibuat menyerupai struktur tubuh manusia, baik dari sisi ukuran, berat, hingga titik pergerakan sendi. Chevrolet Spark crash test Beberapa jenis dummy bahkan dirancang khusus untuk merepresentasikan pria dewasa, wanita, hingga anak-anak. Kemudian khusus untuk uji tabrak depan (frontal) atau sampng (lateral). Di dalam tubuh boneka tersebut terdapat rangka logam, lapisan material khusus, serta sistem sensor elektronik berpresisi tinggi. Seluruh data dari sensor kemudian dikirim ke komputer untuk dianalisis setelah pengujian selesai. Melalui teknologi ini, produsen kendaraan dapat mengetahui bagian mana yang masih perlu diperkuat, mulai dari sabuk pengaman, airbag, hingga struktur kabin penumpang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang