Pemilik mobil bermesin diesel modern seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport perlu memahami bahwa sistem common rail bekerja jauh lebih kompleks dibandingkan mesin diesel konvensional seperti Isuzu Panther. Teknologi ini memang membuat performa lebih optimal dan emisi lebih rendah, tetapi di sisi lain perawatannya membutuhkan ketelitian lebih, terutama terkait komponen sensor. Esa, pemilik bengkel Esa Diesel Specialist Common Rail, mengatakan bahwa pemeriksaan kerusakan pada mobil diesel modern tidak bisa dilakukan secara manual. Proses diagnosis harus selalu menggunakan alat pemindai atau scanner. “Kalau untuk tahu part yang diganti wajib di-scanner, artinya tidak seperti mobil konvensional. Kalau mobil common rail wajib kita scan dulu, setelah di-scanner nanti baru bisa tahu mana yang trouble. Akan muncul check engine-nya, misalnya common pressure-nya low,” ujar Esa, kepada Kompas.com belum lama ini. Ia menjelaskan, jumlah sensor pada mobil berteknologi common rail cukup banyak, dan masing-masing berperan mengatur kinerja mesin. Karena itu, bila ada satu sensor yang rusak, mesin dapat kehilangan presisi, memicu gejala seperti brebet, kehilangan tenaga, hingga munculnya lampu peringatan di dasbor. Mitsubishi Pajero Sport di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 Adapun untuk penyebab kerusakannya cukup beragam, mulai dari pemakaian bahan bakar dengan kualitas yang buruk, sistem bahan bakar yang terkontaminasi, panas berlebih di ruang mesin, korsleting hingga pemakaian oli yang tidak sesuai spesifikasi. Biaya perbaikannya pun tidak bisa dibilang murah. Menurut Esa, harga satu sensor berada di kisaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per item. “Untuk biayanya tergantung kerusakan sensor, untuk satu sensor antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per penggantian item dan satu mobil itu bisa lebih dari 10,” katanya. Untuk itu, kata Esa, penggantian sensor yang bermasalah tidak boleh diabaikan. Jika dibiarkan terlalu lama, maka kerusakan bisa merembet ke komponen lain yang nilainya jauh lebih mahal. “Akibatnya apa? Kalau sensor-sensornya rusak tidak diganti, nanti bisa kena ECU juga bermasalah,” ujar Esa. Dengan harga ECU yang bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung model kendaraan, pemilik mobil diesel common rail disarankan melakukan perawatan berkala dan tidak menunda perbaikan ketika lampu check engine mulai menyala. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang