Saat ini seluruh kendaraan Isuzu sudah menggunakan mesin diesel dengan teknologi Common Rail. Teknologi ini diklaim mampu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dengan cara mengontrol injeksi bahan bakar secara lebih presisi. Selain itu, mesin ini tidak hanya lebih hemat bahan bakar, tetapi juga menghasilkan emisi yang lebih rendah. Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga mengatakan, Isuzu sudah menghadirkan teknologi Common Rail sejak 15 tahun lalu di Indonesia. "Teknologi ini terbukti bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menekan emisi gasbuang. Teknologi ini berdampak secara langsung kepada bisnis pelanggan lebihmenguntungkan dan hingga kini terus menjadi pilihan Isuzu Partner di berbagaidaerah di Indonesia," jatanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (19/5/2026). Rian menjelaskan, teknologi Common Rail bekerja dengan mengandalkan prinsip tekanan tinggi sehingga memberikan atomisasi bahan bakar yang lebih baik. Sistem jalur atau rel pipa bahan bakar, sehingga dinamakan common rail, memungkinkan pembagian suplai bahan bakar merata. Selanjutnya, atomisasi bahan bakar didukung oleh katup solenoid (atau disebut jugapiezoelektrik) yang memungkinkan terjadinya kontrol elektronik yang baik atas waktudan kuantitas injeksi bahan bakar. Pada prosesnya, unit kontrol elektronik mesin menyuntikkan sejumlah kecil bahan bakar tepat sebelum peristiwa injeksi utama terjadi. Dengan demikian, waktu penyuntikan bahan bakar menjadi efisien, jumlah bahan bakar yang disuntikkan juga efisien, sehingga terciptalah konsumsi bahan bakar yang irit. Isuzu ELF NMR yang dilengkapi layer LED di area belakang di GIIAS 2025 Secara bersamaan pula meminimalkan gas-gas buang yang sudahditentukan pada batas standar Euro 4. Iritnya teknologi Common Rail yang digunakan oleh Isuzu juga sudah terbuktiefektivitasnya melalui pengujian internal Isuzu ELF NLR L dengan mensimulasikansebuah perjalanan on-road selama 26 hari dengan jarak tempuh 450 km/hari. GVW Total kendaraan mencapai 5.400 kg dan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar selama perjalanan. Pada pengujian tersebut, Isuzu ELF NLR L menunjukkan efisiensi bahan bakar mencapai 8,6 km/liter, atau lebih irit 34,4 persen* jika dibandingkankompetitor, dengan potensi penghematan BBM mencapai Rp3,1 juta. "Melalui penggunaan mesin yang sudah dilengkapi Common Rail, Isuzu ELF NLR Lmampu menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal tanpa mengurangiperforma kendaraan. Terbukti simulasi uji coba yang dilakukan oleh internalberdampak kepada biaya operasional yang lebih hemat hingga 25,6 persen per bulan," jelas Rian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang