Booth Isuzu di GIIAS 2022 President Director PT IAMI, Masayasu Hideshima, mengakui bahwa tahun lalu bukan periode yang mudah bagi industri kendaraan komersial. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Tahun 2025 adalah periode yang penuh dinamika, mulai dari kondisi ekonomi yang fluktuatif, pengambilan keputusan pelanggan yang terus berkembang, hingga persaingan di segmen kendaraan niaga yang semakin kompetitif,” ujarnya di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.Meski demikian, Isuzu mampu menjaga stabilitas bisnis. Hideshima menegaskan, dengan strategi yang disiplin dan fokus pada kebutuhan pelanggan, Isuzu tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjaga performa bisnis tetap solid.Kontribusi terbesar datang dari Isuzu Traga yang menyumbang 47,5 persen dari total penjualan. Model pikap ringan ini menjadi andalan pelaku usaha mikro hingga distribusi perkotaan. Di bawahnya, Isuzu ELF berkontribusi 23,7 persen, sementara Isuzu GIGA menyumbang 18,2 persen, terutama di sektor logistik berat dan proyek.Menurut Hideshima, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap komitmen Isuzu. “Market share di tahun 2025 yang mencapai 29 persen menjadi bukti kepercayaan pelanggan terhadap Isuzu sebagai ‘Real Partner, Real Journey’ yang menguntungkan bisnis pelanggan,” katanya.Tak hanya dari sisi penjualan unit, pertumbuhan juga terlihat dari peningkatan Unit in Operation (UIO). Populasi kendaraan yang terus bertambah mendorong IAMI memperluas jaringan purna jual. Armada Bengkel Isuzu Berjalan kini berjumlah 162 unit, Bengkel Mitra Isuzu mencapai 175 outlet, dan jaringan part shop menembus 2.097 titik di seluruh Indonesia.“Strategi kami tetap berfokus pada customer centric value, meningkatkan pemahaman sekaligus relasi dengan pelanggan melalui operasional dan pelayanan dealer yang semakin kuat,” tutur Hideshima.Dari sisi produksi, fasilitas perakitan di Karawang turut menopang ekspor lebih dari 8.000 unit ke 25 negara. Hal ini memperlihatkan daya saing produk Isuzu buatan Indonesia di pasar global.Memasuki 2026, IAMI menatap peluang pertumbuhan baru. Proyeksi ekonomi nasional di kisaran 5 persen serta potensi penurunan suku bunga dinilai dapat membuka ruang pembiayaan yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Melalui serangkaian strategi yang sudah ditetapkan, kami menargetkan kendaraan Isuzu bisa berkontribusi lebih besar terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada 2026,” kata dia.Dengan fondasi layanan dan manufaktur yang diperkuat, Isuzu optimistis dapat menjaga momentum sekaligus memperdalam perannya sebagai mitra bisnis jangka panjang bagi pelaku usaha di Tanah Air.