Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Per Mei 2026, Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing kini menyentuh Rp 26.000 dan Rp 27.900 per liter. Adapun di SPBU swasta seperti BP AKR, harga solar tercatat mencapai Rp 30.890 per liter. Kondisi tersebut memunculkan mengenai relevansi kendaraan diesel lawas saat ini. Salah satu model yang kerap disebut adalah Isuzu Panther. Mobil yang sudah setop produksi pada 2020 tersebut dinilai lebih toleran terhadap kualitas bahan bakar, termasuk biodiesel yang merupakan solar bersubsidi. Ilustrasi Isuzu Panther Namun demikian apakah kenaikan harga solar non-subsidi turut mendongkrak popularitas Panther di pasar mobil bekas? Rama dari Rama Dagang Mobil mengatakan, konsumen yang memilih mobil diesel modern umumnya memahami konsekuensi penggunaan solar berkualitas tinggi. Sedangkan pembeli Panther biasanya sudah memahami karakter mobil tersebut. "Kalau (Phanter) naik atau enggak, belum bisa bilang ya. Penggemarnya memang ada," kata Rama kepada Kompas.com, Senin (4/5/2024). Lebih lanjut, Rama menjelaskan bahwa tren popularitas Panther di pasar mobil bekas, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, saat ini sulit diukur. Pasalnya, unit yang tersedia di pasaran sudah semakin terbatas, diduga karena banyak tersebar di daerah. Mobil Panther yang berjalan sendiri dengan pengemudi yang sudah meninggal dunia, diiringi truk putih di Tol Japek arah Cikampek, Rabu (21/1/2026). Kasus sopir meninggal mendadak di Tol Japek menjadi pengingat bahwa gejala yang sering disebut angin duduk bisa muncul tiba-tiba dan perlu segera ditangani. "Barangnya sudah tidak ada, yang jual sudah jarang dan yang mencari juga sudah tidak ada. Isuzu. Jarang sudah," kata Rama. Meski demikian, jika dilihat dari sisi harga, Isuzu Panther bekas justru terpantau merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir, meskipun produksinya telah dihentikan sejak 2020. Berdasarkan pantauan di sejumlah situs jual beli kendaraan bekas, Panther keluaran tahun muda masih dipasarkan dengan harga relatif tinggi. Misalnya, Panther varian Grand Touring produksi 2017 ditawarkan di kisaran Rp 230 jutaan, bahkan unit tahun 2019 bisa mencapai Rp 249 jutaan. Sementara itu, varian LS tahun 2005 masih berada di kisaran Rp 115 jutaan. Adapun model yang lebih lawas, seperti keluaran 1997, dipasarkan mulai Rp 62 jutaan. Ilustrasi Isuzu Panther Andi dari showroom Jordy Mobil di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, menilai harga Panther seharusnya masih berada di bawah diesel modern seperti Toyota Kijang Innova Diesel. "Saya sebetulnya kurang paham harga Panther. Tapi harusnya (harganya) di bawah Innova Diesel. Dia tetap kalah," ujarnya belum lama ini. Menurut Andi, dari sisi persepsi pasar dan kualitas, Panther belum berada di level yang sama dengan Innova Diesel. Oleh karena itu, jika ada unit yang ditawarkan dengan harga terlalu tinggi, ada kemungkinan harga tersebut sudah mengalami kenaikan tidak wajar. "Kalau kondisi biasa sih mahal. Mungkin kalau saya bilang lagi digoreng. Tapi untuk saya, saya rasa kalau saya pribadi lebih milih Innova Diesel kalau harganya sama," kata Andi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang