PT Isuzu Astra Motor Indonesia akhirnya buka suara menanggapi pernyataan PT Agrinas Pangan Nusantara yang menyebut produsen lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menolak atau tidak sanggup mendukung program strategis nasional tersebut. “Hambatan yang ada bukan karena karoseri atau Isuzu yang tidak menyanggupi,” ujar Rian, kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026). Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan kebijakan impor pikap India mampu memangkas beban belanja perusahaan hingga puluhan triliun rupiah. “Kami sangat terbuka untuk mendukung dalam program strategis nasional. Secara waktu dan perencanaan kami membutuhkan proses produksi yang lebih panjang,” kata dia. Ia juga membenarkan bahwa Isuzu ikut dalam proses pengadaan kendaraan yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara. “Iya betul, Isuzu berpartisipasi dalam proses pengadaan yaitu truk 6 ban,” ujar Rian. Gedung Koperasi Merah Putih Desa Pancuranmas di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (17/2/2026). Dari proses negosiasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan terbatas. “Sudah dilakukan negosiasi antara Isuzu dengan Agrinas dengan kesepakatan akhir yaitu 900 Unit Isuzu ELF NMR,” kata Rian. Model yang dimaksud adalah Isuzu ELF NMR, truk ringan 6 ban yang selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan distribusi dan logistik. Ribuan unit pikap Mahindra buat Koperasi Merah Putih tiba di Tanjung Priok. Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan bahwa kerja sama tersebut dilakukan melalui jaringan diler resmi Isuzu. “PT Armada Autotara sebagai diler Astra yang akhirnya melakukan deal dengan Agrinas. Dan sampai di titik ini, kesepakatan yang disepakati antara Agrinas dengan Isuzu adalah mereka mampu menyuplai 900 unit. Itu yang kami sepakati,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Joao menyebutkan, angka 900 unit dinilai relatif kecil karena proses kesepakatan dengan Isuzu terjadi di tahap akhir. Menurutnya, faktor ketersediaan karoseri menjadi salah satu kendala. Isuzu ELF NMR yang dilengkapi layer LED di area belakang di GIIAS 2025 “Mereka hanya mampu menyuplai 900 itu karena deal yang dengan Isuzu terjadi belakangan sehingga mereka tidak bisa mendapatkan suplai karoseri, karena karoseri lokal yang ada di Indonesia semua sudah menyuplai merek-merek lain,” ucap Joao. “Sehingga mereka tidak lagi mampu untuk menyuplai karena semua karoseri sudah full di-booked oleh merek-merek lain,” kata dia. Perbedaan penekanan inilah yang kemudian menjadi sorotan. Jika Agrinas melihat keterbatasan suplai sebagai konsekuensi dari kondisi karoseri yang sudah penuh, Isuzu menilai hambatan lebih pada kebutuhan waktu produksi dan perencanaan yang lebih panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang