PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) buka suara soal pernyataan PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengklaim pabrikan-pabrikan di dalam negeri tak memberikan harga khusus untuk pembelian pick up borongan. Mereka secara tak langsung menepis anggapan tersebut.Vice President Director PT IAMI, Anton Rusli mengatakan, pihaknya pasti menyediakan harga khusus untuk pembelian unit secara borongan. Menurutnya, dalam pembelian skala besar, Isuzu tak mungkin mematok harga satuan.Video TikTok: https://www.tiktok.com/@detikoto/video/761114... "Kalau bicara tambahan dan kasih harga spesial, pasti bisa. Kalau beli banyak, pasti dikasih harga lebih baik," ujar Anton Rusli saat ditemui di Juanda, Jakarta Pusat, Kamis malam (26/2)."Kalau kita ditanya harganya berapa, ya kita punya harganya sendiri. Kalau mau beli banyak apa dapat diskon? Ya tentu dapat diskon," tambahnya.Pick up yang diimpor dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih sudah berdatangan ke Indonesia. Berikut ini wujud Pick up India berstiker Koperasi Merah Putih itu, Kamis (26/2/2026). Foto: Muhammad Firman/detikFotoMenurut Anton, tiap-tiap pabrikan punya asumsi sendiri mengenai harga jual kendaraan. Itulah mengapa, secara nominal tak bisa dipukul rata. Namun, perkara harga borongan, konsumen tak perlu khawatir."Intinya kalau harga, itu tergantung structure cost-nya masing-masing lah ya. Itu pasti jawabannya pasti berbeda-beda itu. Kami kalau ditawarkan harga, kami punya harganya," ungkapnya.Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pihaknya sejak awal ingin membeli pickup dengan skema borongan. Sehingga, hitung-hitungan harganya lebih murah dibandingkan membeli satuan.Namun, kata dia, produsen-produsen pickup yang ada di Indonesia tak mampu mengabulkan permintaan tersebut. Itulah sebabnya, Agrinas akhirnya memilih impor pickup dari India untuk menghemat biaya."Yang menjadi isu utama kan kami membeli dalam jumlah yang besar. Jadi kami menawarkan membeli secara bulk, secara gelondongan. Seharusnya kami diberikan harga lebih ekonomis agar lebih efektfif dan bisa memenuhi anggaran," ujar Joao Angelo."Tapi sampai akhir, ternyata sebagian besar produsen lokal, mungkin karena dominasi sekian puluh tahun, mereka cenderung merasa membeli bulk tidak ada bagi mereka, bisanya per unit, makanya tidak fair juga bagi saya," tambahnya.Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan konferensi pers di Menara Ayodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Foto: Muhammad Reevanza/detikFotoSementara di saat bersamaan, produsen asal India seperti Mahindra dan Tata Motors dipercaya mampu memenuhi permintaan tersebut. Maka, dengan alasan efisiensi harga, mereka akhirnya mengambil opsi tersebut."Koperasi Merah Putih ini tidak bisa membeli secara biasa, karena ini kan kegiatan khusus. Jadi seharusnya kami bisa diberikan harga khusus sehingga kami bisa tergiur. Maka itu kami terpaksa melakukan impor dari luar," kata Joao.