Meski sudah tidak diproduksi lagi, nama Isuzu Panther membekas sebagai salah satu mobil diesel legendaris di masyarakat. Mobil yang dijuluki "Si Raja Diesel" ini dikenal memiliki mesin bandel, irit bahan bakar, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau. Di antara berbagai variannya, Panther Touring dan Panther Grand Touring menjadi dua model yang mungkin paling diingat. Keduanya sama-sama mengusung tampilan bergaya ala sport utility vehicle (SUV), lengkap dengan bodi jangkung, over fender tebal, dan juga tambahan fog lamp. Sekilas, kedua varian tersebut mirip dengan nama yang juga serupa. Namun, terdapat perbedaan antara Panther Touring dan Grand Touring. Ilustrasi Isuzu Panther Waktu Produksi Panther Touring lebih dulu hadir pada era Panther Kapsul sekitar tahun 2000. Saat itu, varian ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan MPV diesel dengan tampilan lebih gagah dibanding Panther standar. Adapun Panther Grand Touring lahir setelahnya, pada beberapa tahun berikutnya. Grand Touring muncul sebagai penerus sekaligus varian flagship alias model paling tinggi di keluar Panther. Posisi tersebut dipertahankan hingga Panther berhenti diproduksi pada 2021. Singkatnya jika Panther Touring merupakan varian menengah atas pada masanya, maka Grand Touring hadir sebagai model paling lengkap dengan tambahan fitur kenyamanan dan keselamatan. Isuzu Panther Grand Touring 2016 Eksterior Dari sisi desain, Panther Touring dan Grand Touring generasi awal sama-sama menggunakan ban serep yang ditempatkan di pintu belakang atau yang populer disebut "ban konde". Namun, ketika Panther Grand Touring mendapat penyegaran pada 2013, Isuzu memindahkan posisi ban serep ke kolong mobil sehingga tampilan buritan menjadi lebih modern. Grand Touring juga dibekali sejumlah aksesori yang tidak tersedia pada Touring, seperti rear spoiler, roof rail dengan desain lebih kokoh, side body moulding, hingga muffler cutter berlapis krom. Selain itu, Grand Touring sudah dilengkapi kamera mundur bawaan pabrik yang terintegrasi dengan sensor parkir. Fitur ini belum tersedia pada Panther Touring standar. Isuzu Panther resmi berhenti produksi. Kompas.com mendapat kesempatan untuk mencoba terakhir kali Kabin Perbedaan lain yang paling kentara ialah kabin. Panther Grand Touring dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih, terutama saat digunakan bepergian bersama keluarga. Panther Touring umumnya masih menggunakan jok berbahan kain atau vinyl. Sementara Grand Touring sudah memakai kombinasi kulit dan vinyl yang memberikan kesan lebih premium sekaligus lebih mudah dibersihkan. Fitur hiburan juga lebih lengkap. Grand Touring dibekali head unit DVD/CD/MP3 serta roof monitor yang dipasang di plafon untuk menghibur penumpang baris kedua dan ketiga selama perjalanan. Keunggulan lain adalah hadirnya monitor kecil pada kaca spion tengah yang berfungsi menampilkan gambar dari kamera mundur, sehingga memudahkan pengemudi saat parkir. Mesin Isuzu Panther Mesin Meski berbeda dari sisi fitur, Panther Touring dan Grand Touring sebenarnya menggunakan mesin yang sama. Keduanya mengandalkan mesin diesel berkode 4JA1-L Direct Injection Turbo berkapasitas 2.499 cc. Berdasarkan data PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 79 Tk pada 3.500 rpm dan torsi 19,5 kgm atau sekitar 191,5 Nm pada 1.800 rpm. Kemudian Panther Touring pada awal kemunculannya sempat tersedia dalam pilihan transmisi otomatis empat percepatan, sehingga kini cukup banyak diburu oleh konsumen yang menginginkan Panther diesel matik. Adapun sebagian besar Panther Grand Touring dipasarkan dengan transmisi manual lima percepatan. Isuzu Panther Grand Touring 2016 Bekas Bagi konsumen yang menginginkan Panther bergaya SUV dengan harga bekas yang lebih terjangkau, Panther Touring masih menjadi pilihan menarik. Terlebih, tersedia opsi transmisi otomatis yang cukup langka di keluarga Panther. Sementara itu, Panther Grand Touring lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan. Selain umumnya memiliki tahun produksi lebih muda, varian ini menawarkan fitur yang lebih lengkap, mulai dari jok kulit, kamera mundur, sensor parkir, hingga layar hiburan di plafon. Karena menggunakan mesin yang sama, perbedaan utama kedua varian bukan terletak pada performa, melainkan pada kelengkapan fitur dan kenyamanan yang ditawarkan.