PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih terus menguji penggunaan biodiesel B50 pada kendaraan produksinya. Sejauh ini, hasil pengujian menunjukkan performa kendaraan masih berjalan normal, meski perusahaan belum menyimpulkan dampaknya dalam jangka panjang. Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi mengatakan, pengujian tersebut merupakan bagian dari dukungan Isuzu terhadap kebijakan pemerintah dalam penggunaan bahan bakar nabati. "Terkait dengan B50 ini pastinya kita akan selalu mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan bahan bakar non fosil dan kami dari Isuzu pastinya ketika mengembangkan kendaraan, kita juga sangat mempertimbangkan dengan bahan bakar yang digunakan," ujar Anjar di Karawang, Senin (20/7/2026). Uji Kendaraan dengan B50 Sebagai bentuk antisipasi, Isuzu telah melakukan pengujian terhadap kendaraan produksinya menggunakan biodiesel B50. "Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kami, pastinya kami melakukan trial dan mencoba terkait dengan kendaraan-kendaraan yang kami produksi dalam menggunakan B50 itu sendiri," kata Anjar. Menurut dia, implementasi B50 masih memiliki sejumlah tantangan, terutama terkait kesiapan distribusi bahan bakar dan operasional kendaraan komersial yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh. "Memang ada beberapa tantangan, termasuk operasional kendaraan itu sendiri. Harapan kami bahwa penerapan B50 itu sendiri secara distribusi dan persiapannya itu bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya. Biodiesel B50 Pengguna Diminta Perhatikan Perawatan Anjar mengatakan, karakteristik B50 berbeda dibandingkan solar konvensional. Karena itu, pengguna kendaraan perlu memberikan perhatian lebih terhadap perawatan berkala. "Kemudian karakter dari B50 tentu sedikit berbeda dibanding dengan bahan bakar konvensional, tentunya perlu perhatian lebih khusus. Artinya harapan kami para pelanggan dapat memperoleh bahan bakar tersebut dari sumber terpercaya," kata Anjar. Ia menjelaskan, biodiesel B50 memiliki sifat lebih higroskopis atau mudah menyerap air, serta kemampuan membersihkan endapan yang lebih tinggi dibandingkan solar biasa. "Lalu tadi karakter bahan bakar B50 yang saya sebut, mungkin teman-teman pernah baca di media, itu dia sifatnya (lebih) higroskopis dan kemampuan cleansing yang cukup tinggi. Perlu diantisipasi, diperhatikan kondisi perawatan berkalanya," ujarnya. Hasil Sementara Pengujian B50 Meski memiliki karakteristik berbeda, hasil pengujian internal Isuzu sejauh ini menunjukkan kendaraan masih beroperasi normal dengan menggunakan B50. "Nah hasil tes dari Isuzu itu so far kendaraan yang dipakai masih berjalan dengan normal dan secara performa juga tidak ada perubahan yang signifikan," kata Anjar. Meski demikian, Isuzu masih melanjutkan pengujian hingga kendaraan menempuh jarak 60.000 kilometer untuk mengetahui dampak penggunaan B50 dalam jangka panjang. "Namun kami tetap menyarankan pelanggan untuk tetap memperhatikan karena pengujian kami masih tetap berlangsung. Jadi kami tes itu sampai 60 ribu kilometer, tapi secara jangka panjang kami masih monitor impaknya seperti apa," ujar Anjar.