PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terus memperkuat layanan purnajual sebagai strategi utama menjaga produktivitas kendaraan niaga pelanggan. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan jaringan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) hingga perluasan layanan servis di berbagai daerah. Direktur Solusi Bisnis dan LCV Business PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi mengatakan, bagi kendaraan komersial, setiap menit kendaraan berhenti beroperasi berarti potensi hilangnya pendapatan bagi pelaku usaha. Isuzu di GIIAS 2026 "Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan bisnis pelanggan. Makanya uptime menjadi sesuatu yang penting," ujar Anjar di sela GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Menurut dia, fokus Isuzu saat ini bukan hanya menjual kendaraan, melainkan memastikan armada pelanggan dapat terus beroperasi sehingga aktivitas bisnis tidak terganggu. "Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," kata Anjar. Tambah Bengkel Berjalan Untuk mendukung strategi tersebut, Isuzu menambah 22 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) pada tahun ini. Dengan penambahan tersebut, jumlah armada BIB kini mencapai sekitar 166 unit. Investasi yang digelontorkan untuk penambahan armada tersebut mencapai sekitar Rp 8 miliar, dengan nilai sekitar Rp 400 juta untuk setiap unit BIB. Anjar mengatakan, layanan BIB menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan kompetitor karena memungkinkan teknisi mendatangi langsung lokasi kendaraan pelanggan. Isuzu di GIIAS 2026 Dengan begitu, proses perawatan maupun perbaikan dapat dilakukan di tempat tanpa harus menunggu kendaraan dibawa ke bengkel. Selain memperkuat BIB, Isuzu juga didukung jaringan layanan purnajual yang terdiri dari 129 outlet 3S (sales, service, spare parts), empat Part Depot di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak, 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop di berbagai wilayah Indonesia. Berkat perluasan jaringan tersebut, jumlah kendaraan yang masuk ke bengkel resmi (unit entry) pada semester I/2026 meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dongkrak Penjualan Anjar menambahkan, Isuzu juga menawarkan program kontrak servis bagi pelanggan armada (fleet) untuk memberikan kepastian biaya perawatan sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga suku cadang. Di sisi lain, Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga mengatakan, penguatan layanan purnajual turut berdampak terhadap meningkatnya penerimaan pasar terhadap produk Isuzu. Isuzu di GIIAS 2026 Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Isuzu selama semester I 2026 mencapai 13.300 unit atau naik 18,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.186 unit. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya penjualan sejumlah model. Isuzu Traga tercatat tumbuh 27,66 persen menjadi 6.213 unit, disusul Isuzu Elf yang naik 19,23 persen menjadi 5.537 unit. Sementara pangsa pasar Isuzu Giga juga mengalami peningkatan menjadi 15,2 persen. Menurut Rian, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa layanan purnajual menjadi salah satu faktor penting yang meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap merek Isuzu, khususnya di segmen kendaraan komersial.