Dominasi PT Astra International (ASII) Tbk di pasar kendaraan roda empat atau lebih nasional mulai menunjukkan tanda pelemahan. Berdasarkan laporan perseroan, hingga kuartal I/2026 pangsa pasar grup Astra turun ke kisaran 47–49 persen, berada di bawah ambang psikologis 50 persen yang selama ini relatif terjaga. Sementara total penjualannya tercatat 101.613 unit dari keseluruhan pasar nasional sebesar 209.021 unit. Ilustrasi penjualan mobil. Pada Januari 2026, pangsa pasar Astra masih berada di level 52 persen, namun turun menjadi 47 persen pada Februari dan bertahan hingga Maret. Jika ditarik lebih jauh, tren pelemahan ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2025. Bahkan di Desember 2025 pangsa pasarnya sempat menyentuh 44 persen, menjadi titik terendah sepanjang tahun lalu. Secara tahunan, kontribusi Astra juga mengalami penurunan. Pada kuartal I/2025, perseroan masih mampu menguasai 54 persen pasar dengan penjualan 110.812 unit. Artinya, selain pangsa pasar menyusut, volume penjualan juga ikut terkoreksi. Penurunan tersebut tercermin di hampir seluruh lini bisnis. Segmen Toyota dan Lexus, misalnya, mencatatkan penjualan 60.770 unit sepanjang Januari–Maret 2026, turun dari 69.296 unit pada periode yang sama tahun lalu. Secara bulanan, penjualan Toyota dan Lexus juga turun dari 22.622 unit pada Februari 2026 menjadi 18.021 unit pada Maret 2026. Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026 Kondisi serupa terjadi pada Daihatsu yang mencatatkan penjualan 34.881 unit pada kuartal I/2026, relatif stagnan dibandingkan 34.999 unit tahun lalu. Namun, secara bulanan, penjualannya turun cukup dalam dari 13.452 unit pada Februari menjadi 8.916 unit pada Maret. Di segmen kendaraan niaga, Isuzu membukukan penjualan 5.781 unit, turun tipis dari 5.911 unit. Sementara itu, UD Trucks mengalami penurunan paling tajam, dari 606 unit pada kuartal I/2025 menjadi hanya 181 unit pada periode yang sama tahun ini. Di sisi lain, tekanan terhadap Astra datang dari pemain non-Astra yang semakin agresif. Total penjualan merek di luar Grup Astra bahkan mencapai 107.408 unit sepanjang kuartal I-2026, melampaui kontribusi Astra. Kondisi ini mencerminkan perubahan struktur pasar otomotif nasional yang kini semakin kompetitif. Tidak lagi didominasi satu kelompok besar, persaingan juga diperketat oleh ekspansi merek baru, termasuk dari segmen kendaraan listrik. "Di tengah momentum Ramadan dan Lebaran sepanjang Maret 2026 yang berdampak pada berkurangnya hari kerja efektif, Grup Astra tetap memimpin pangsa pasar otomotif di Indonesia," ujar Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026). "Ke depan, Grup Astra akan terus berfokus pada pengembangan produk dan layanan yang saling bersinergi guna memenuhi kebutuhan konsumen, sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan industri otomotif nasional," lanjutnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang