BYD terus menunjukkan ambisinya di industri otomotif global. Setelah berhasil masuk jajaran produsen mobil terbesar dunia, pabrikan asal China tersebut kini membidik posisi puncak yang saat ini masih ditempati Toyota. Ketua BYD Wang Chuanfu mengatakan, perusahaan menargetkan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat tahunan pemegang saham yang digelar di Shenzhen, China. "BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor satu di dunia dari sisi skala dalam lima tahun ke depan," kata Wang, dikutip dari Carscoops, Kamis (11/6/2026). Menurut dia, salah satu faktor yang akan mendukung ambisi tersebut adalah kehadiran baterai Blade generasi kedua yang sedang dikembangkan perusahaan. Pabrik Toyota yang ada di wilayah Durban, Afrika Selatan. Masih Tertinggal dari Toyota Meski memiliki target besar, jalan yang harus ditempuh BYD tidaklah mudah. Berdasarkan data penjualan tahun lalu, BYD berhasil menjual sekitar 4,6 juta kendaraan secara global. Angka tersebut menempatkan perusahaan sebagai produsen mobil terbesar keenam di dunia. Namun, jumlah tersebut masih jauh di bawah Toyota Motor Corporation yang mencatat penjualan 11,21 juta unit jika digabungkan dengan Lexus dan Daihatsu. Bahkan jika hanya menghitung merek Toyota saja, total penjualannya masih mencapai 9,6 juta unit sepanjang tahun. Artinya, BYD perlu meningkatkan penjualan secara signifikan jika ingin mengejar posisi Toyota dalam kurun waktu lima tahun. Harus Tambah Jutaan Unit Penjualan Untuk bisa menyamai pencapaian Toyota saat ini, BYD diperkirakan harus menambah penjualan sekitar satu juta unit setiap tahun selama lima tahun berturut-turut. Tantangan tersebut tentu tidak mudah, mengingat persaingan industri otomotif global semakin ketat dan kondisi pasar di sejumlah negara mulai melambat. Selain meningkatkan kapasitas produksi, BYD juga harus memperluas jaringan distribusi serta memperkuat kehadirannya di pasar internasional. Jajaran Lini Lengkap dari BYD. Pasar China Mulai Melambat Ambisi besar BYD juga dihadapkan pada perlambatan pertumbuhan pasar otomotif domestik China. Pada Mei 2026, penjualan BYD di China tercatat sebanyak 207.372 unit. Angka tersebut turun 29,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat perusahaan perlu mencari sumber pertumbuhan baru di luar negeri. Ekspansi Global Jadi Kunci Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BYD terus memperluas ekspansi ke berbagai negara. Sejumlah pasar baru mulai dibidik sebagai sumber penjualan masa depan, termasuk kawasan Amerika Utara. Kanada bahkan disebut menjadi salah satu negara yang diproyeksikan memiliki peran penting dalam strategi global BYD. Langkah ekspansi tersebut dinilai krusial jika perusahaan ingin mewujudkan target menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun mendatang. Dengan berbagai investasi yang terus dilakukan, mulai dari pengembangan teknologi baterai hingga perluasan pasar internasional, BYD tampaknya tidak sekadar ingin menjadi pemain besar di industri kendaraan listrik, tetapi juga mengincar posisi teratas dalam industri otomotif global secara keseluruhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang