Pilihan SUV listrik di Indonesia semakin beragam. Konsumen kini disuguhi beragam model dari merek pendatang baru asal China. Salah satunya adalah Leapmotor B10 yang resmi meluncur di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mobil tersebut hadir di segmen SUV listrik lima penumpang dan berhadapan dengan sejumlah model yang sudah lebih dulu dikenal konsumen, salah satunya BYD Atto 3. Menariknya, kedua mobil ini berada di rentang harga yang cukup berdekatan. Lantas, apa saja perbedaannya? BYD Atto 3 Advanced Plus meluncur di IIMS 2026 Harga Leapmotor B10 ditawarkan dengan harga normal Rp 499 juta, on the road (OTR) Jakarta. Namun, pada saat peluncuran, Leapmotor memberikan harga khusus Rp 449 juta untuk 500 pembeli pertama. Sementara itu, BYD Atto 3 saat ini tersedia dalam beberapa konfigurasi. Berdasarkan daftar harga BYD Indonesia, varian Advanced Plus dibanderol mulai Rp 415 juta OTR Jakarta. Artinya, jika menggunakan harga normal, B10 berada sedikit di atas Atto 3. Namun, harga peluncuran B10 membuat keduanya berada di rentang yang cukup berdekatan. Dimensi Dari sisi dimensi, Leapmotor B10 memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dibandingkan BYD Atto 3. B10 memiliki panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, serta jarak sumbu roda 2.735 mm. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Sementara itu, Atto 3 memiliki panjang 4.455 mm, lebar 1.875 mm, tinggi 1.615 mm, dan wheelbase 2.720 mm. Dengan demikian, B10 lebih panjang 60 mm, lebih lebar 10 mm, lebih tinggi 40 mm, dan memiliki wheelbase 15 mm lebih panjang. Perbedaan tersebut memang tidak terlalu besar, tetapi secara teori bisa memberikan keuntungan bagi B10 dalam hal ruang kabin. B10 juga memiliki kapasitas bagasi 430 liter. Jika bangku belakang dilipat, kapasitasnya dapat meningkat hingga 1.700 liter. Performa Beralih ke sektor performa, kedua SUV listrik ini sama-sama menawarkan tenaga yang cukup besar untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota. Leapmotor B10 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous (PMS) dengan tenaga maksimum 160 kW atau sekitar 218 PS dan torsi 240 Nm. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. B10 dapat berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam delapan detik, dengan kecepatan maksimum 170 kpj. Sementara itu, BYD Atto 3 yang menjadi pembanding memiliki motor listrik dengan tenaga sekitar 204 PS dan torsi maksimum 310 Nm pada spesifikasi yang sebelumnya dipasarkan di Indonesia. Atto 3 mampu berakselerasi 0-100 kpj dalam 7,3 detik dan memiliki kecepatan maksimum 160 kpj. Di atas kertas, Atto 3 unggul dalam tenaga dan torsi, sekaligus memiliki akselerasi yang sedikit lebih cepat. Namun, B10 memiliki kecepatan maksimum yang lebih tinggi. Jarak tempuh Untuk kapasitas baterai, Leapmotor B10 dibekali baterai 67,1 kWh dengan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Teknologi tersebut mengintegrasikan sel baterai dengan struktur kendaraan sehingga dapat membantu menghemat ruang sekaligus mengurangi bobot kendaraan. BYD Atto 3 Dengan baterai tersebut, B10 diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Sementara itu, BYD Atto 3 menggunakan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP). Untuk varian yang saat ini tercantum di BYD Indonesia, Atto 3 Advanced Plus menggunakan baterai 49,92 kWh dengan jarak tempuh hingga 410 kilometer berdasarkan NEDC. Dengan demikian, B10 menawarkan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang lebih besar. Namun, angka jarak tempuh tersebut tetap perlu dilihat sebagai angka pengujian. Dalam penggunaan sehari-hari, jarak yang dapat ditempuh bisa berbeda tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, beban, serta penggunaan AC. Pengisian daya Leapmotor B10 juga memiliki kemampuan pengisian daya yang cukup agresif. Mobil ini mendukung pengisian AC hingga 11 kW dan DC fast charging hingga 168 kW. Klaim pengisian cepat hanya membutuhkan waktu sekitar 17 menit. Sementara itu, Atto 3 menggunakan pengisian AC 7 kW dan DC hingga 80 kW. Pengisian DC dari 0 hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Kabin dan fitur Masuk ke interior, Leapmotor B10 mengusung pendekatan minimalis dengan layar infotainment berukuran 14,6 inci dan panel instrumen digital 8,8 inci. Sistem hiburannya menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155. Fitur lain yang tersedia antara lain Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless charging, navigasi online, perintah suara, pembaruan perangkat lunak melalui OTA, serta sistem audio 12 speaker. Sementara itu, BYD Atto 3 menawarkan karakter kabin yang lebih unik. Atto 3 memiliki panel instrumen 5 inci dan layar infotainment 12,8 inci yang dapat diputar secara elektrik dari posisi horizontal menjadi vertikal. Desain interiornya juga dibuat berbeda dengan sejumlah detail yang terinspirasi dari peralatan olahraga. Interior BYD Atto 3 STD Fitur keselamatan Leapmotor B10 sudah mengantongi rating lima bintang dari Euro NCAP. Dilengkapi tujuh airbag dan 16 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Selain itu, tersedia kamera 360 derajat, sensor parkir belakang, serta Tire Pressure Monitoring System (TPMS). BYD Atto 3 juga memiliki sejumlah fitur ADAS, seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Intelligent Cruise Control (ICC), Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Keep Assist (LKA), Lane Change Assist (LCA), dan Emergency Lane Keep (ELK). B10 atau Atto 3? Leapmotor B10 menawarkan sejumlah keunggulan, terutama dari sisi kapasitas baterai, jarak tempuh, dimensi, serta kemampuan pengisian cepat. B10 juga menarik karena harga peluncurannya Rp 449 juta membuat SUV listrik dengan jarak tempuh hingga 516 kilometer tersebut berada di rentang harga yang kompetitif. Di sisi lain, BYD Atto 3 memiliki keunggulan pada performa. Tenaga dan torsi yang ditawarkan lebih besar, sementara akselerasi 0-100 kpj juga sedikit lebih cepat. Atto 3 juga sudah lebih dulu hadir di pasar Indonesia sehingga menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan desain dan teknologi yang sudah dikenal.