Toyota Avanza dan BYD M6 memang punya perbedaan yang cukup jauh dari sisi teknologi. Avanza masih mengandalkan mesin bensin, sedangkan BYD M6 merupakan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Meski begitu, keduanya sama-sama bermain di segmen multi purpose vehicle (MPV) dengan kapasitas tujuh penumpang. Perbedaan teknologi tersebut tentu membuat biaya operasional keduanya juga berbeda. Mobil listrik tidak membutuhkan bensin, melainkan energi listrik yang disimpan di dalam baterai. Lantas, seberapa jauh perbedaan biaya konsumsi energi yang harus dikeluarkan untuk menggunakan Toyota Avanza dan BYD M6 setiap hari? Untuk melihat perbandingannya, digunakan simulasi penggunaan harian dengan rute Jakarta-Tangerang pulang-pergi sejauh 60 km selama 30 hari. BYD M6 Biaya listrik BYD M6 Berdasarkan pengujian redaksi, konsumsi daya BYD M6 berada di angka 5,7 km per kWh. Artinya, untuk menempuh jarak 60 km, BYD M6 membutuhkan sekitar 10,5 kWh energi listrik setiap harinya. Jika pengisian dilakukan di SPKLU dengan tarif Rp 2.466,74 per kWh dan dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, maka biaya pengisian listrik sekitar Rp 26.250 per hari. Jika dibulatkan lagi, biaya tersebut sekitar Rp 27.000 per hari. Namun, biaya tersebut bisa lebih murah apabila pemilik melakukan pengisian daya di rumah. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga sebesar Rp 1.444 per kWh, kebutuhan 10,5 kWh per hari hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 15.200. Jika digunakan selama 30 hari, maka total biaya listrik BYD M6 menjadi sekitar Rp 456.000. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp 333.500 per bulan antara pengisian di SPKLU dengan tarif yang dibulatkan Rp 2.500 per kWh dan pengisian di rumah. Toyota Avanza di Filipina Biaya bensin Toyota Avanza Sementara itu, Toyota Avanza yang masih menggunakan mesin bensin tentu membutuhkan bahan bakar untuk menempuh jarak yang sama. Dengan konsumsi BBM 16,1 km per liter, untuk perjalanan sejauh 60 km per hari, Avanza membutuhkan sekitar 3,73 liter bensin. Dalam 30 hari, kebutuhan bahan bakarnya mencapai sekitar 111,8 liter. Jika menggunakan Pertalite dengan asumsi harga Rp 10.000 per liter, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 1,12 juta per bulan. Sedangkan jika menggunakan Pertamax dengan harga Rp 15.950 per liter, biaya BBM Toyota Avanza mencapai sekitar Rp 1,78 juta per bulan. Dengan demikian, berdasarkan simulasi tersebut, biaya energi BYD M6 masih lebih rendah dibandingkan Toyota Avanza. Jika BYD M6 dicas di rumah, biaya energinya sekitar Rp 456.000 per bulan. Sementara bila mengandalkan SPKLU dengan tarif yang dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, biayanya sekitar Rp 790.000 per bulan. Adapun Toyota Avanza membutuhkan sekitar Rp 1,12 juta per bulan jika menggunakan Pertalite atau sekitar Rp 1,78 juta apabila menggunakan Pertamax. Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur Nataru Bukan cuma soal biaya Meski BYD M6 unggul dalam simulasi biaya energi, penggunaan mobil listrik dan mobil bensin tetap memiliki karakter yang berbeda. BYD M6 menawarkan biaya energi yang lebih rendah dan pengisian di rumah juga bisa menjadi pilihan praktis bagi pemilik yang memiliki fasilitas home charging. Selain itu, mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat digunakan. Namun, mobil listrik masih memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika digunakan untuk perjalanan jauh. Pemilik harus memperhitungkan ketersediaan fasilitas pengisian daya di sepanjang perjalanan. Hal ini berkaitan dengan range anxiety, yakni kekhawatiran kehabisan daya sebelum menemukan lokasi pengisian yang sesuai. Sementara itu, Toyota Avanza memang memiliki biaya bahan bakar yang lebih tinggi berdasarkan simulasi ini. Namun, pengisian kembali bahan bakar relatif mudah karena jaringan SPBU lebih luas dan waktu pengisiannya juga jauh lebih singkat. Avanza juga tidak membutuhkan perencanaan pengisian daya seperti mobil listrik ketika digunakan untuk perjalanan jauh. Dengan kata lain, pilihan antara keduanya bukan hanya soal siapa yang paling irit. BYD M6 menawarkan biaya energi yang lebih rendah, terutama jika pengisian dilakukan di rumah. Di sisi lain, Toyota Avanza memberikan fleksibilitas lebih dalam urusan pengisian bahan bakar dan perjalanan jarak jauh, serta pelayanan aftersales yang sudah menjangkau daerah. Jadi, untuk penggunaan harian dengan jarak 60 km, BYD M6 memang lebih hemat dari sisi biaya energi. Namun, bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh dan mengutamakan kemudahan mengisi energi kapan saja, karakter Toyota Avanza masih punya keunggulan tersendiri.