Efisiensi penggunaan daya menjadi salah satu hal yang menarik diperhatikan ketika memilih mobil listrik. Sebab, kapasitas baterai yang besar belum tentu membuat sebuah mobil listrik lebih irit. Sebaliknya, mobil dengan baterai lebih kecil bisa memiliki konsumsi daya yang lebih efisien. Hal tersebut terlihat dari hasil pengujian tiga mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Januari-Agustus, yakni Jaecoo J5 EV, Geely EX2, dan BYD Atto 1. Ketiganya memiliki kapasitas baterai yang berbeda. Untuk melihat efisiensi sekaligus memperkirakan jarak tempuh, perhitungannya dilakukan dengan metode yang sama, yakni mengalikan angka efisiensi daya dalam satuan kilometer per kWh dengan kapasitas baterai. Jaecoo J5 EV Pembahasan dimulai dari Jaecoo J5 EV. Kompas.com sempat mengetes mobil listrik bergaya SUV asal China ini. Setelah menempuh jarak sekitar 60 km, layar Multi Information Display (MID) pada SUV listrik ini mencatatkan angka efisiensi daya sebesar 8,3 km/kWh. Untuk diketahui, Jaecoo J5 EV dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh. Jika angka efisiensi pada MID dikalikan dengan kapasitas baterai penuh, secara teori jarak tempuh J5 EV mencapai: 8,3 km/kWh × 60,9 kWh = 505,47 km Artinya, berdasarkan hasil efisiensi tersebut, Jaecoo J5 EV secara matematis memiliki estimasi jarak tempuh sekitar 505,5 km dalam kondisi baterai penuh. Geely EX2 Pro Geely EX2 Beralih ke Geely EX2. Menggunakan rute dan jarak yang sama, yakni sekitar 60 km, layar MID EX2 menunjukkan angka efisiensi yang lebih tinggi, mencapai 10,7 km/kWh. Namun, kapasitas baterai yang digunakan EX2 lebih kecil dibandingkan Jaecoo J5 EV, yakni hanya 40,8 kWh. Dengan metode perhitungan yang sama, hasilnya: 10,7 km/kWh × 40,8 kWh = 436,56 km Dengan demikian, Geely EX2 secara matematis memiliki estimasi jarak tempuh sekitar 436,6 km berdasarkan hasil efisiensi tersebut. Angka ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan klaim pabrikan berdasarkan metode China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC), yakni 410 km. Artinya, hasil efisiensi dari pengujian rute kombinasi tersebut menghasilkan estimasi jarak tempuh yang lebih tinggi dibandingkan angka klaim di atas kertas. BYD Atto 1 di IIMS 2026 BYD Atto 1 Sementara itu, BYD Atto 1 memiliki dua pilihan baterai, yakni Dynamic dan Premium. Varian Dynamic dibekali baterai berkapasitas 30,08 kWh, sedangkan varian Premium menggunakan baterai yang lebih besar, yakni 38,88 kWh. Berdasarkan pengujian redaksi, konsumsi daya BYD Atto 1 tercatat sekitar 8,5 km/kWh. Karena menggunakan metode yang sama, perhitungannya dilakukan dengan mengalikan angka efisiensi tersebut dengan kapasitas baterai masing-masing varian. Untuk BYD Atto 1 Dynamic: 8,5 km/kWh × 30,08 kWh = 255,68 km Artinya, secara matematis, Atto 1 Dynamic memiliki estimasi jarak tempuh sekitar 255,7 km berdasarkan hasil konsumsi daya tersebut. Sementara untuk Atto 1 Premium: 8,5 km/kWh × 38,88 kWh = 330,48 km Dengan demikian, estimasi jarak tempuh Atto 1 Premium mencapai sekitar 330,5 km. Siapa yang Irit? Jika melihat angka efisiensi daya, Geely EX2 mencatat konsumsi paling rendah di antara ketiganya, yakni 10,7 km/kWh. Kemudian BYD Atto 1 berada di angka 8,5 km/kWh, sedangkan Jaecoo J5 EV mencatat 8,3 km/kWh. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat EX2 memiliki estimasi jarak tempuh paling jauh. Pasalnya, kapasitas baterai juga sangat menentukan. Geely EX2 hanya membawa baterai 40,8 kWh, sedangkan Jaecoo J5 EV memiliki baterai jauh lebih besar, yakni 60,9 kWh. Alhasil, meski efisiensi EX2 lebih tinggi, Jaecoo J5 EV memiliki estimasi jarak tempuh lebih jauh berdasarkan perhitungan tersebut. Dari hasil pengujian ini, Jaecoo J5 EV secara matematis mencapai sekitar 505,5 km, Geely EX2 sekitar 436,6 km, sementara BYD Atto 1 Premium sekitar 330,5 km dan Atto 1 Dynamic sekitar 255,7 km. Perlu dicatat, angka tersebut merupakan estimasi matematis, bukan hasil pengujian jarak tempuh dari baterai 100 persen hingga habis. Jarak tempuh aktual tetap bisa berbeda karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti kecepatan, kondisi lalu lintas, beban kendaraan, penggunaan AC, kondisi jalan, hingga gaya berkendara.