Suzuki e Sky resmi meluncur sebagai mobil listrik mungil terbaru untuk pasar Jepang. Kehadirannya sekaligus menantang BYD Racco yang sudah lebih dulu diperkenalkan sebagai pemain baru di segmen kei car listrik. Sama-sama mengusung dimensi ringkas sesuai regulasi kei car Jepang, Suzuki e Sky dan BYD Racco menawarkan pendekatan yang berbeda. Mulai dari desain, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga fitur yang dibawa, keduanya punya keunggulan masing-masing. Lantas, bagaimana perbandingan Suzuki e Sky dan BYD Racco? Suzuki e Sky Dimensi Sama, Tinggi Bodi Berbeda Dari sisi dimensi, Suzuki e Sky dan BYD Racco memiliki panjang dan lebar yang sama. Suzuki e Sky memiliki panjang 3.395 mm dan lebar 1.475 mm. Dimensi tersebut sama dengan BYD Racco yang juga memiliki panjang 3.395 mm dan lebar 1.475 mm. Perbedaannya terlihat pada tinggi bodi dan jarak sumbu roda. Suzuki e Sky memiliki tinggi 1.625 mm dengan wheelbase 2.460 mm. Sementara BYD Racco memiliki tinggi hingga 1.800 mm dan jarak sumbu roda lebih panjang, yakni 2.520 mm. Perbedaan tersebut membuat karakter desain keduanya cukup berbeda. Suzuki e Sky masih mempertahankan tampilan yang lebih rendah dengan konsep floating roof. Mobil listrik kei car BYD Racco Di sisi lain, BYD Racco menggunakan desain super-tall wagon dengan atap tinggi dan bentuk bodi yang mengotak. Desain tersebut membuat ruang di dalam kabin dapat dimaksimalkan. BYD mencatat panjang ruang interior Racco mencapai 2.193 mm, dengan lebar 1.351 mm dan tinggi 1.404 mm. Kapasitas bagasinya mencapai 280 liter saat kursi belakang digunakan. Jika kursi belakang dilipat, kapasitasnya dapat meningkat hingga 1.372 liter. Suzuki e Sky juga memiliki konfigurasi empat penumpang seperti Racco. Namun, ruang bagasinya dibuat lebih sederhana dan berukuran kecil seperti kebanyakan kei car. Racco Punya Pintu Geser Elektrik Salah satu perbedaan yang cukup mencolok terdapat pada konfigurasi pintu. BYD Racco sudah menggunakan pintu geser elektrik di kedua sisi. Fitur ini membuat akses keluar dan masuk kabin menjadi lebih praktis, terutama ketika mobil berada di area parkir yang sempit. Sementara Suzuki e Sky masih menggunakan pintu konvensional. Gagang pintunya pun memiliki desain yang mengingatkan pada Suzuki Alto. Mobil listrik kei car BYD Racco Baterai Racco Lebih Besar, e Sky Lebih Efisien Perbedaan berikutnya terlihat pada sektor baterai. Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP dengan kapasitas 26 kWh. Meski kapasitas baterainya tergolong kecil, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km dalam sekali pengisian daya. Sementara BYD Racco tersedia dengan dua pilihan kapasitas baterai. Racco 200 menggunakan Blade Battery berkapasitas 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan WLTC. Adapun untuk Racco 300 Plus dan Racco 300 Premium menggunakan baterai berkapasitas 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km WLTC. Menariknya, Suzuki e Sky mampu menawarkan jarak tempuh yang mendekati Racco versi baterai terbesar meski menggunakan baterai berkapasitas 26 kWh. Kemampuan tersebut didukung oleh desain yang lebih aerodinamis, peningkatan efisiensi motor listrik, serta bobot kendaraan yang ringan. Suzuki e Sky memiliki bobot sekitar 1.030 kg. Sementara tenaga resmi motor listriknya memang belum diumumkan. Namun, regulasi kei car di Jepang membatasi tenaga maksimal hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. BYD Racco sendiri menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimal 47 kW atau sekitar 64 PS. Torsi maksimalnya mencapai 160 Nm. Kedua mobil sama-sama menggunakan sistem penggerak roda depan atau FWD. Suzuki e Sky Teknologi Baterai Berbeda Suzuki e Sky dibangun menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik perkotaan. Mobil ini menggunakan sistem e-Axle yang menggabungkan motor listrik, inverter, dan sistem transmisi dalam satu unit. Sementara BYD Racco menggunakan Blade Battery berbasis LFP serta teknologi Cell-to-Body atau CTB. Dengan teknologi tersebut, baterai menjadi bagian dari struktur kendaraan. BYD juga mengembangkan teknologi X-PACK khusus untuk Racco. Sistem ini mengintegrasikan baterai, perangkat kontrol elektronik, DC-DC converter, onboard charger, high-voltage distribution unit, battery controller, hingga sejumlah perangkat pengendali lainnya dalam satu struktur yang ringkas. Menurut BYD, sekitar 70 persen struktur bodi Racco menggunakan baja berkekuatan tinggi. Pengisian Cepat Sama-sama hingga 50 kW Suzuki e Sky mendukung beberapa pilihan pengisian daya. Menggunakan sumber listrik rumah standar, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Sementara menggunakan wallbox 6 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam. Suzuki e Sky juga mendukung pengisian cepat DC 50 kW. Suzuki mengklaim baterai dapat terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit.Sementara BYD Racco 200 mampu menerima pengisian cepat sekitar 37 kW. Untuk Racco 300 Plus dan Racco 300 Premium, kemampuan pengisian cepatnya mencapai sekitar 50 kW. Dengan demikian, kemampuan pengisian cepat Racco varian tertinggi setara dengan Suzuki e Sky. Suzuki e Sky juga sudah dilengkapi fitur Vehicle-to-Home atau V2H. Melalui fitur tersebut, energi dari baterai mobil dapat digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal dengan output AC 100V/1.500W. Fitur BYD Racco Lebih Lengkap Masuk ke bagian kabin, Suzuki e Sky mengusung desain yang lebih sederhana dibandingkan Vision e-Sky. Bagian tengah dasbor menggunakan layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Suzuki juga masih mempertahankan penggunaan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin. Beberapa fitur lainnya meliputi kompartemen tambahan di sisi penumpang, jok dan setir dengan pemanas, rem parkir elektrik, hingga sistem heat pump. Sistem heat pump tersebut dipadukan dengan pemanas udara elektrik untuk menjaga efisiensi penggunaan baterai saat menghadapi cuaca dingin. Sementara kelengkapan fitur BYD Racco terbilang lebih modern. Interior BYD Racco Semua varian sudah mendapatkan layar sentuh 10,1 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Mobil ini juga sudah dibekali pintu geser elektrik kanan-kiri. Pada varian lebih tinggi, Racco mendapatkan tambahan fitur NFC dan Bluetooth smartphone key, pemanas lingkar kemudi, pemanas kursi, hingga pengaturan elektrik enam arah untuk kursi pengemudi pada varian Premium. Racco juga dikembangkan sebagai Software Defined Vehicle atau SDV. Perangkat lunak kendaraan dapat diperbarui melalui sistem Over-the-Air atau OTA. Artinya, sejumlah fungsi kendaraan berpotensi terus diperbarui setelah mobil berada di tangan konsumen. Perangkat keselamatan Racco juga mencakup berbagai sistem aktif, termasuk ABS dan EBD, Hill Hold Control, Driver Monitoring System, serta sistem untuk membantu mencegah akselerasi akibat kesalahan menginjak pedal. Karakter Suzuki e Sky dan BYD Racco Berbeda Secara keseluruhan, Suzuki e Sky dan BYD Racco sama-sama menawarkan konsep mobil listrik mungil yang ditujukan untuk penggunaan perkotaan. Suzuki e Sky lebih menonjolkan efisiensi melalui penggunaan baterai 26 kWh yang mampu menawarkan jarak tempuh hingga 310 km. Sementara BYD Racco menawarkan ruang kabin yang lebih lapang berkat bentuk bodi super-tall wagon. Selain itu, mobil ini memiliki pilihan baterai hingga 35,84 kWh dengan jarak tempuh mencapai 320 km WLTC. Dari sisi fitur, Racco juga menawarkan kelengkapan yang lebih banyak, termasuk pintu geser elektrik dan teknologi SDV. Adapun Suzuki e Sky mengandalkan bobot ringan, efisiensi, serta kemampuan Vehicle-to-Home untuk membedakan dirinya dari pesaing di segmen kei car listrik.