Setelah beroperasi lebih dari tiga dekade, diler Suzuki Buana Indo Trada (BIT) Pulo Gadung, Jakarta Timur, melakukan pembaruan fasilitas dan konsep pelayanan konsumen. Diler tersebut kini mengadopsi konsep "From Heart to Experience", yang diterapkan melalui perubahan tampilan showroom, penataan ruang, hingga fasilitas untuk konsumen yang melakukan pembelian maupun perawatan kendaraan. "Setiap pelanggan datang dengan tujuan dan aktivitas berbeda-beda. Ada yang ingin mengenal produk, berdiskusi, menunggu kendaraan, atau membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan," ujar Yulius Purwanto, Network & Product 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), dalam keterangan resmi, Minggu (27/9/2026). Menurut Yulius, pembaruan diler karena itu tidak hanya menyangkut tampilan bangunan, tetapi juga fungsi setiap area yang digunakan konsumen. Perubahan Diler Salah satu perubahan terlihat pada ruang tunggu servis yang kini dilengkapi Wi-Fi, area kerja dan fasilitas pengisian daya perangkat elektronik. Area duduk untuk konsumen juga diperluas. Selain itu, tersedia ruang konsultasi yang lebih privat serta area bermain anak bagi konsumen yang datang bersama keluarga. Konsep baru tersebut memadukan aspek fungsional, tampilan modern dan pendekatan ramah lingkungan. Interior showroom dibuat lebih terbuka dan terang serta dilengkapi sejumlah ornamen hijau. Bersamaan dengan pengenalan konsep baru, Suzuki juga menggelar program pemeriksaan kendaraan yang diikuti 100 unit mobil konsumen. Pemeriksaan mencakup 23 item kendaraan, termasuk kondisi baterai serta diagnosis menggunakan Suzuki Smart Diagnostic Tester II (SDT-II). "Layanan purnajual merupakan bagian dari hubungan yang terus berjalan setelah pelanggan memiliki kendaraan," kata Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS . Program tersebut juga mencakup penggantian oli mesin dan filter oli sesuai spesifikasi kendaraan serta potongan harga untuk pembelian sejumlah komponen dan aksesori. Pembaruan BIT Pulo Gadung sekaligus menunjukkan perubahan fungsi diler kendaraan yang kini tidak hanya menjadi tempat transaksi penjualan atau servis. Ruang tunggu dan fasilitas pendukung mulai disesuaikan dengan aktivitas konsumen yang tetap bekerja atau datang bersama keluarga selama menunggu kendaraannya ditangani.