BYD terus memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain membangun fasilitas produksi mobil, perusahaan asal China tersebut juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pengelolaan baterai kendaraan listrik yang beredar di Tanah Air. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, pengembangan ekosistem baterai menjadi bagian dari rencana investasi BYD di Indonesia. Namun, ketika ditanya mengenai nasib puluhan ribu baterai mobil listrik BYD yang telah beredar di Indonesia, ia lebih dulu menjelaskan perkembangan fasilitas manufaktur perusahaan. Ilustrasi baterai mobil listrik Menurut Eagle, BYD bergerak cukup cepat dalam membangun basis produksinya di Indonesia. Ke depan, seluruh model kendaraan BYD yang akan diperkenalkan dan diluncurkan ditargetkan diproduksi langsung di dalam negeri. “Jika kita membandingkannya dengan kondisi dua tahun lalu, kami bergerak sangat cepat. Seluruh model kendaraan BYD yang akan kami luncurkan dan perkenalkan ke depan akan diproduksi langsung di Indonesia,” ujar Eagle saat ditanya wartawan di Subang, dikutip Sabtu (5/9/2026). Peresmian pabrik BYD di Indonesia, Kamis (3/9/2026). BYD Siapkan Perakitan Baterai Lokal Saat ini, fasilitas BYD di Subang telah memasuki tahap perakitan akhir kendaraan. Namun, BYD menegaskan fasilitas tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk proses perakitan. Perusahaan berencana membawa proses manufaktur secara lebih lengkap melalui skema Completely Knocked Down (CKD), mulai dari stamping, welding, hingga final assembly. Langkah tersebut diharapkan memperkuat basis industri otomotif BYD di Indonesia.Tidak hanya kendaraan, BYD juga tengah menyiapkan perakitan baterai di dalam negeri. Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026). Proses tersebut ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat dan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kandungan lokal kendaraan listrik BYD. “Terkait dengan baterai kendaraan listrik, kami juga telah merencanakan proses perakitan (assembly) baterai di dalam negeri dalam waktu dekat,” kata Eagle. Menurut dia, tahap awal perakitan baterai lokal tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian TKDN sebesar 60 persen pada Januari 2027. Ilustrasi pabrik BYD. Daur Ulang Baterai Jadi Bagian Ekosistem Rencana perakitan baterai di dalam negeri menjadi langkah awal BYD dalam membangun ekosistem baterai di Indonesia. Perusahaan juga menyatakan akan terus memperbesar investasi dan melengkapi ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Meski demikian, terkait secara spesifik mekanisme daur ulang baterai bekas dari puluhan ribu mobil listrik BYD yang telah beredar di Indonesia, Eagle dalam kesempatan tersebut belum memaparkan detail mengenai fasilitas, teknologi, maupun waktu pelaksanaannya. Pernyataan Eagle lebih menekankan bahwa pengembangan baterai lokal merupakan bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk membangun industri kendaraan listrik yang lebih terintegrasi di Indonesia. “Kami akan terus memperbesar nilai investasi dan berupaya melengkapi seluruh ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ucapnya.