Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun tangan menangani insiden kendaraan BYD yang terjadi di jalan tol pada 31 Juli 2026. Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), Kemendag melakukan klarifikasi kepada PT BYD Motor Indonesia pada 13 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak konsumen sekaligus mengetahui perkembangan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan yang mengalami insiden. BYD Seal terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Api diduga berasal dari bagian belakang mobil setelah melintas GT Cikampek Utama 1. Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag Immanuel Tarigan Sibero mengatakan, klarifikasi merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaku usaha memberikan penanganan yang tepat kepada konsumen. “Klarifikasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kementerian Perdagangan memastikan pemenuhan hak konsumen serta tindak lanjut yang tepat oleh pelaku usaha,” kata Immanuel, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (21/8/2026). Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. Pemeriksaan BYD Masih Dilakukan Dalam pertemuan tersebut, BYD menyampaikan kronologi kejadian, langkah penanganan konsumen, serta perkembangan pemeriksaan teknis kendaraan. Berdasarkan keterangan BYD, insiden bermula pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 07.30 WIB ketika konsumen mendapati kondisi tidak wajar pada kendaraannya saat melintas di jalan tol. Konsumen kemudian menghubungi layanan pelanggan BYD dan mendapatkan panduan keselamatan. Sebelum insiden terjadi, konsumen disebut sudah berada di luar kendaraan. Diler BYD Arista Samanhudi Diler BYD Karawang selanjutnya mendatangi lokasi untuk membantu proses penanganan dan evakuasi kendaraan. BYD juga berkoordinasi dengan dealer untuk mendukung konsumen serta melakukan pemeriksaan teknis. Hingga klarifikasi dengan Kemendag dilakukan, pemeriksaan teknis masih berlangsung. BYD belum menyampaikan kesimpulan final mengenai penyebab insiden tersebut. BYD juga memberikan penjelasan kepada Kemendag mengenai sistem dan fitur keselamatan kendaraan. Namun, penjelasan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian. Diler BYD Indonesia Immanuel menegaskan, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh agar penyebab insiden dapat diketahui secara objektif. “Respons cepat terhadap konsumen merupakan hal yang penting. Konsumen telah mendapatkan kendaraan pengganti, sementara proses pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh dan menjadi dasar evaluasi serta perbaikan ke depan,” ujar Immanuel. BYD Seal terbakar di China Konsumen Dapat Mobil Pengganti Selain pemeriksaan teknis, Kemendag turut mendapatkan penjelasan mengenai penyelesaian dengan konsumen. Sejak awal kejadian, konsumen telah mendapatkan dukungan kendaraan sementara melalui diler. Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan penyelesaian, BYD telah menyerahkan kendaraan pengganti kepada konsumen pada 8 Agustus 2026.