Teknologi pengisian daya menjadi salah satu bagian yang terus dikembangkan produsen mobil listrik (EV) untuk memangkas waktu tunggu saat mengisi baterai. BYD menjadi salah satu produsen yang mengembangkan teknologi tersebut melalui Flash Charging, yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua. Teknologi ini menawarkan kemampuan pengisian daya dengan output hingga 1.500 kilowatt (kW). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sistem fast charging yang selama ini umum digunakan pada mobil listrik. Lantas, apa sebenarnya perbedaan Flash Charging dengan fast charging? Bukan Sekadar Fast Charging Secara umum, fast charging merupakan metode pengisian baterai kendaraan listrik menggunakan arus searah atau DC dengan daya lebih tinggi dibandingkan pengisian AC. Sementara Flash Charging BYD dirancang untuk menangani pengisian dengan daya yang jauh lebih besar. Teknologi tersebut menggunakan charger dengan output single connector hingga 1.500 kW. Secara teknis, sistem Flash Charging juga disebut memiliki tegangan DC maksimum 1.000 volt serta kapasitas input hingga 2.100 kW untuk mendukung manajemen beban jaringan listrik. Artinya, angka 1.500 kW merupakan kemampuan maksimum infrastruktur pengisian. Bukan berarti setiap mobil yang terhubung otomatis akan menerima daya sebesar itu. Kemampuan pengisian tetap bergantung pada spesifikasi kendaraan, baterai, sistem kelistrikan, serta batas maksimal daya yang dapat diterima mobil. Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD Cuma 5 Menit BYD mengklaim teknologi Flash Charging mampu memangkas waktu pengisian secara signifikan. Kendaraan listrik yang menggunakan teknologi tersebut dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Sementara untuk mencapai kapasitas 97 persen, pengisian daya disebut hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit. BYD juga menyebut performa pengisian tetap terjaga pada kondisi suhu ekstrem. Bahkan pada suhu minus 30 derajat Celsius, proses pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan kondisi suhu normal.