Merek China tidak hanya gencar menyesar penjualan, kini beberapa juga membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Kondisi ini membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi industri komponen otomotif lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok pabrikan tersebut. Salah satu perusahaan komponen yang melihat peluang tersebut adalah PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). Perusahaan tengah menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah pabrikan, termasuk BYD yang sedang mengembangkan fasilitas produksinya di Subang, Jawa Barat. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Direktur DRMA Darmawan Widjaja mengatakan, pihaknya melakukan penjajakan dengan sejumlah pelanggan, termasuk produsen kendaraan yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia. "Ada. Semua konsumen pasti kita coba jajakin. Nah sampai sejauh mana, nanti ditunggu diumumkan," kata Darmawan yang ditemui di Automechanika Jakarta 2026, di Tangerang, Jumat (25/9/2026). Meski belum membeberkan detail mengenai bentuk kerjasama, pernyataan Darmawan menunjukkan peluang bagi industri komponen lokal masuk ke rantai pasok kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri. Pabrik BYD Pabrik BYD berada di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, resmi beroperasi setelah diresmikan pada 3 September 2026. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Fasilitasnya memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, dengan proses produksi yang mencakup pengelasan, pengecatan, hingga perakitan akhir. Sejumlah model BYD diproduksi di fasilitas tersebut, termasuk Atto 1, M6 EV, dan M6 DM. BYD juga menyiapkan produksi kendaraan dari merek premium Denza di Indonesia. Kehadiran pabrik Subang juga diarahkan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal. BYD menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60 persen pada Januari 2027. Selain produksi kendaraan, BYD juga menyiapkan pengembangan fasilitas terkait perakitan baterai di Indonesia. Suasana pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, saat peresmian, Kamis (3/9/2026). Incar Peluang DRMA sendiri memiliki pengalaman sebagai pemasok komponen untuk industri otomotif nasional. Perusahaan yang merupakan bagian dari Triputra Group tersebut telah bergerak di bidang manufaktur komponen kendaraan roda dua dan roda empat. Dharma Group berdiri sejak 1989 dan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif dengan memproduksi berbagai suku cadang dan komponen untuk kebutuhan pabrikan. Seiring perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi, DRMA juga mulai mengembangkan kemampuan produksi komponen untuk kendaraan listrik. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan komponen mesin bensin tetapi juga mengambil peluang dari pertumbuhan kendaraan listrik.