BYD berencana menghadirkan satu model kendaraan yang menggunakan teknologi baterai solid-state pada tahun depan. Hal tersebut disampaikan Executive Vice President BYD, Stella Li. Meski demikian, rencana tersebut belum berarti BYD akan langsung menjual mobil dengan baterai solid-state ke konsumen. Pernyataan Stella Li lebih mengarah pada target demonstrasi teknologi dalam waktu dekat, sementara jadwal peluncuran ritel maupun produksi massal belum ditetapkan. “Teknologi baterai apa pun, saya jamin Anda akan menemukannya di salah satu bagian R&D BYD; kami sedang mempelajari teknologi tersebut,” ucap Li, dikutip dari Carnewschina, Senin (14/9/2026). “Jadi, kalau berbicara mengenai baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan. Kami berada di posisi terdepan, baik untuk lini komersial maupun teknologinya. Jadi, untuk membuktikan hal tersebut, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model yang menjadi model pertama dengan teknologi ini," lanjutnya. BYD Tak Cuma Kembangkan Kimia Baterai Li mengatakan, pengembangan teknologi baterai solid-state di BYD tidak hanya berfokus pada kimia sel baterai. Divisi baterai BYD juga mempelajari kemampuan manufaktur serta desain peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai tersebut. Namun, BYD belum mengungkap nama model yang akan menggunakan teknologi tersebut. Begitu juga dengan tanggal produksi, spesifikasi baterai, maupun angka performanya. Dengan demikian, mobil yang disiapkan tahun depan masih menjadi bagian dari pembuktian teknologi, bukan tanda bahwa baterai solid-state BYD sudah siap diproduksi secara massal. Pabrik BYD di Subang ditargetkan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja lokal saat mencapai kapasitas produksi penuh. BYD Bersaing dengan Toyota dan Samsung SDI BYD bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan baterai solid-state. Toyota menargetkan peluncuran mobil listrik berbasis baterai all-solid-state pada 2027-2028 melalui kerja sama dengan Idemitsu Kosan. Sementara itu, Samsung SDI menargetkan produksi massal baterai all-solid-state pada 2027. Namun, perbedaan jadwal tersebut belum bisa menjadi patokan untuk menentukan perusahaan mana yang lebih unggul dalam pengembangan teknologi. Tantangan utamanya justru terletak pada bagaimana membawa teknologi dari tahap pengembangan skala pilot dan pengujian kendaraan menuju produksi yang dapat dilakukan secara andal dan dalam jumlah besar. Produksi Massal BYD Ditargetkan 2030 Pengembangan baterai solid-state BYD juga tidak berhenti pada kendaraan demonstrasi tahun depan. Chief Technology Officer FinDreams Battery, Sun Huajun, sebelumnya mengungkapkan rencana uji coba dalam jumlah kecil yang melibatkan sekitar 1.000 kendaraan pada 2027. Sementara itu, produksi komersial dalam skala besar ditargetkan sekitar 2030. Aplikasi awal teknologi tersebut diperkirakan akan difokuskan pada kendaraan dengan platform kelas atas, termasuk Yangwang dan kendaraan flagship Denza. Strategi tersebut dilakukan karena biaya teknologi solid-state pada tahap awal masih tinggi sehingga lebih mudah diterapkan pada kendaraan kelas atas. Chief Scientist BYD, Lian Yubo, sebelumnya mengatakan baterai lithium-ion dengan elektrolit cair dan sistem all-solid-state masih dapat hidup berdampingan selama 15 hingga 20 tahun. Artinya, baterai solid-state diperkirakan tidak langsung menggantikan teknologi baterai konvensional dalam waktu dekat. Kendaraan yang akan menggunakan baterai solid-state tahun depan nantinya menjadi salah satu pengujian penting bagi BYD untuk membuktikan kemampuan teknologi sulfida yang dikembangkannya di luar laboratorium. Sementara itu, produksi massal masih menjadi tahap berikutnya dalam roadmap pengembangan baterai solid-state BYD.