BYD Megawatt Flash Charger alias Flash Charging merupakan teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi yang diperkenalkan bersamaan dengan Super e-Platform pada Maret 2025. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung mobil listrik BYD yang menggunakan arsitektur kelistrikan tegangan tinggi. Sistem ini mengandalkan tegangan hingga 1.000 volt (V) dan mampu menghasilkan daya pengisian puncak 1.000 kilowatt (kW) atau 1 megawatt (MW). Dengan kemampuan tersebut, Flash Charging dirancang untuk memberikan laju pengisian daya hingga 10C pada model penumpang yang kompatibel. Adapun secara teoritis, perangkat kerasnya dapat mencapai daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere (A). Kabel Flash Charging Dibuat Khusus Besarnya arus yang dialirkan membuat kabel pengisian membutuhkan sistem pendinginan serta konstruksi khusus. BYD menggunakan kabel berpendingin cairan untuk menjaga temperatur tetap terkendali ketika mengalirkan listrik dalam jumlah besar. Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD Dikutip dari Carnewschina.com, Senin (5/10/2026), BYD juga mendesain charging station dengan bentuk menyerupai huruf T. Desain tersebut memungkinkan jalur kabel ditempatkan di bagian atas sehingga tidak perlu tergeletak di lantai. Kabel kemudian dilengkapi mekanisme penarik menggunakan pegas. Sistem suspensi ini berfungsi menopang bobot kabel berpendingin cairan yang relatif berat. Dengan mekanisme tersebut, konektor tetap berada pada ketinggian yang mudah dijangkau pengguna, kira-kira setinggi dada. Kabel juga tidak perlu diseret di atas permukaan tanah yang kotor atau basah. Desain ini menjadi salah satu bagian penting dari sistem pengisian berdaya sangat tinggi. Sebab, semakin besar kapasitas arus yang dialirkan, kebutuhan terhadap kabel dengan ukuran dan sistem pendinginan yang memadai juga semakin besar. Flash charging BYD Keamanan Menjadi Perhatian Selain kemampuan mengalirkan daya dalam jumlah besar, BYD juga merancang sistem pengamanan agar tegangan tinggi tidak langsung aktif ketika konektor belum terhubung dengan kendaraan. Energi tegangan tinggi baru akan dialirkan setelah konektor terpasang secara fisik pada kendaraan. Setelah itu, sistem melakukan pemeriksaan terhadap penguncian konektor, kontrol pilot, serta komunikasi yang diperlukan sebelum proses pengisian dimulai. Artinya, sistem tidak sekadar mengandalkan kemampuan menghasilkan daya besar, tetapi juga memiliki tahapan pemeriksaan sebelum listrik bertegangan tinggi dialirkan ke kendaraan. Flash charging BYD Super e-Platform sendiri menjadi basis teknologi yang memungkinkan BYD mengembangkan sistem pengisian berdaya sangat tinggi tersebut. Kombinasi arsitektur 1.000V, kemampuan arus besar, serta kabel berpendingin cairan memungkinkan proses pengisian dilakukan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan sistem pengisian cepat konvensional. Namun, kemampuan 1 MW atau lebih tersebut tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, perangkat pengisian, serta infrastruktur pendukung. Jadi, tidak semua mobil listrik dapat langsung menerima daya sebesar itu hanya dengan menggunakan terminal Flash Charging. Flash charging BYD Flash Charging di Indonesia PT BYD Motor Indonesia juga sudah menyiapkan Flash Charging yang dibangun di jaringan diler Danza, yang sebelumnya dikenal dengan nama Denza. Namun, BYD Indonesia masih enggan untuk memberikan keterangan terkait stasiun pengecasan daya mobil listrik yang canggih tersebut.