PT BYD Motor Indonesia masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden mobil listrik BYD yang terbakar saat melintas di Tol Cikampek pada 31 Juli 2026. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, proses pemeriksaan membutuhkan waktu lantaran kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. nya sudah lebih dari 70 persen, perlu waktu untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam terhadap hasilnya,” ujar Luther, kepada wartawan di Subang (3/9/2026). Asuransi mobil Kerusakan Mobil Ditanggung Asuransi Menurut dia, keselamatan konsumen menjadi prioritas BYD dalam menangani insiden tersebut. Sebelum kendaraan mengalami kerusakan parah, konsumen disebut telah keluar dari mobil setelah sistem kendaraan mendeteksi adanya kondisi tidak normal. Konsumen juga sempat menghubungi layanan pelanggan BYD dan mendapatkan panduan terkait langkah keselamatan. Setelah itu, diler BYD Karawang mendatangi lokasi untuk membantu penanganan dan evakuasi kendaraan. “Kami juga sangat cepat melalui bantuan diler kami untuk langsung action, tidak lebih dari satu jam, customer sudah ditangani. Apalagi sebelumnya telah melakukan komunikasi langsung dengan call center kami,” kata Luther. Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. BYD juga segera mengevakuasi kendaraan dari lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kendaraan tetap dapat diperiksa dan tidak menimbulkan hal lain yang dapat menyulitkan proses investigasi. Di sisi lain, BYD menyebut tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tidak terpengaruh secara signifikan oleh insiden tersebut. Luther menjelaskan kendaraan yang mengalami insiden ditanggung oleh perusahaan asuransi. “Saat ini yang bersangkutan telah menggunakan kembali produk BYD. Saya rasa sekitar tidak lebih dari dua minggu kemudian masih tetap percaya, tetap menggunakan produk BYD,” ujarnya. BYD Seal terbakar di China Kemendag Sudah Minta Klarifikasi BYD Penanganan insiden ini sebelumnya juga mendapat perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), Kemendag telah melakukan klarifikasi kepada PT BYD Motor Indonesia pada 13 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak konsumen sekaligus mengetahui perkembangan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan yang mengalami insiden. BYD Seal terbakar di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Api diduga berasal dari bagian belakang mobil setelah melintas GT Cikampek Utama 1. Dalam pertemuan itu, BYD menyampaikan kronologi kejadian, langkah penanganan konsumen, serta perkembangan pemeriksaan teknis kendaraan. Berdasarkan keterangan BYD, insiden bermula pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 07.30 WIB, ketika konsumen menemukan kondisi tidak normal pada kendaraan saat melintas di jalan tol. Konsumen kemudian menghubungi layanan pelanggan BYD dan mendapatkan panduan keselamatan. Sebelum insiden terjadi, konsumen disebut sudah berada di luar kendaraan. Peresmian diler BYD Harmony Kuningan Diler BYD Karawang selanjutnya mendatangi lokasi untuk membantu proses penanganan dan evakuasi kendaraan. BYD juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung konsumen sekaligus melakukan pemeriksaan teknis. Hingga kini, BYD masih melanjutkan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden tersebut. Perusahaan menyebut kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan lebih dari 70 persen membuat pemeriksaan membutuhkan waktu lebih lanjut.