BYD menegaskan transformasi besar yang dilakukan perusahaan dalam industri otomotif dunia. Produsen asal China tersebut memilih meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil dan sepenuhnya mengarahkan bisnisnya pada kendaraan energi baru. Transformasi tersebut menjadi salah satu cerita, dalam pidato yang disampaikan Vice President of BYD Co Ltd sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang dalam peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). "Di industri otomotif yang kini menjadi pusat perhatian, pada tahun 2022, BYD menjadi merek pertama di dunia yang secara resmi mengumumkan penghentian total produksi kendaraan bahan bakar fosil (Internal Combustion Engine/ICE)," ujar Liu Xueliang. Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026). Keputusan tersebut menandai perubahan arah bisnis BYD. Perusahaan yang sebelumnya juga memproduksi kendaraan konvensional kini menjadikan kendaraan energi baru sebagai fokus utama pengembangan teknologi dan produknya. Langkah tersebut tidak sekadar mengubah jenis kendaraan yang diproduksi, tetapi juga menjadi bagian dari ambisi BYD untuk mendorong perubahan industri otomotif melalui teknologi. Peresmian pabrik BYD di Indonesia, Kamis (3/9/2026). Produksi Mobil Energi Baru Tembus 17 Juta Unit Liu Xueliang mengatakan, BYD ingin kendaraan energi baru menjadi sarana untuk menghadirkan perubahan berbasis teknologi bagi konsumen di berbagai negara. "Kami berharap melalui kendaraan energi baru ini, kami dapat menghadirkan sebuah revolusi yang dipicu oleh teknologi bagi seluruh pasar dan konsumen kami," katanya. Strategi tersebut terlihat dari pertumbuhan penjualan kendaraan energi baru BYD dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, BYD mencatat penjualan kendaraan energi baru sebanyak 4,6 juta unit secara global. Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026). Tak berhenti di penjualan, skala produksi BYD juga terus berkembang. Liu mengungkapkan, pada Agustus 2026, total produksi kumulatif kendaraan energi baru BYD telah mencapai 17,8 juta unit. "Baru saja bulan lalu, kami telah mencapai akumulasi produksi kendaraan energi baru sebanyak 17,80 juta unit. Hal ini menjadikan BYD sebagai merek otomotif pertama yang berhasil melampaui angka produksi 17 juta unit di dunia," kata Liu Xueliang. Pencapaian tersebut menunjukkan perubahan besar yang terjadi dalam tubuh BYD setelah perusahaan memutuskan meninggalkan produksi kendaraan berbahan bakar fosil. Di balik pertumbuhan tersebut, BYD juga memiliki sumber daya manusia dalam jumlah besar. Liu Xueliang menyebut seluruh pencapaian perusahaan tidak terlepas dari kontribusi sekitar 120.000 karyawan BYD di seluruh dunia. Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026). Indonesia Jadi Bagian dari Ekspansi Kendaraan Energi Baru Transformasi BYD tersebut kini memasuki babak baru di Indonesia dengan beroperasinya fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat. Pabrik yang berdiri di atas lahan 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas ini juga mengintegrasikan proses produksi mulai dari stamping, welding, painting, hingga assembly di Indonesia. Kehadiran pabrik lokal menjadi bagian dari strategi BYD memperluas bisnis kendaraan energi baru sekaligus meningkatkan kapasitas produksi di luar China. Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026).