Jawa Timur menjadi salah satu pasar penting bagi sejumlah perusahaan kendaraan listrik. Salah satunya BYD dalam memperluas ekosistem kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia. Kehadiran tersebut di wilayah ini tidak hanya ditandai dengan bertambahnya produk kendaraan listrik, tetapi juga ekspansi jaringan penjualan dan layanan purna jual. Hingga pelaksanaan GIIAS Surabaya 2026 mencatat telah memiliki sembilan lokasi di Jawa Timur dan terbaru telah meresmikan dua diler baru, yakni DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan diri kepada konsumen. "Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan. tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka," ujar Luther, Kamis (27/8/2026). "Dua tahun perjalanan BYD M6 dan satu tahun BYD ATTO 1 menjadi momen yang sangat berarti, karena di balik setiap perjalanan ada keluarga yang telah memilih dan mempercayai BYD," imbuhnya. Kepercayaan konsumen tersebut menjadi salah satu alasan BYD terus memperluas jaringan. Sejumlah model berdiri di masing-masing mobil yang dipamerkan di booth BYD salah satu peserta pameran otomotif terbesar di kota kedua GIIAS Surabaya 2026 berlangsung di Grand City Surabaya, Jawa Timur mulai 26-30 Agustus 2026. Secara nasional, jaringan BYD Group kini telah mencapai lebih dari 100 titik. Sedangkan di Jawa Timur, jumlah sembilan lokasi yang telah beroperasi ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 19 lokasi di berbagai kota dan wilayah penyangga. Jawa Timur Jadi Pasar Strategis Sementara itu President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan Jawa Timur memiliki posisi penting dalam perjalanan BYD di Indonesia. Dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang dan semakin beragam. "Melalui pengembangan teknologi EV dan DM, kami ingin menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan yang lebih jauh," tuturnya Ia menyebut BYD M6 menjadi salah satu produk yang merepresentasikan pendekatan tersebut. MPV tersebut tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni M6 EV dan M6 DM. "Melalui kehadiran kami di GIIAS Surabaya, kami ingin membawa pilihan dan pengalaman kendaraan energi baru tersebut semakin dekat dengan keluarga di Jawa Timur," kata Eagle Zhao. Target Jaringan Makin Dekat dengan Konsumen Untuk itu ekspansi jaringan menjadi bagian penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Bagi BYD, keberadaan diler bukan sekadar memperluas titik penjualan, tetapi juga memastikan konsumen memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan purna jual. Perluasan tersebut juga dilakukan seiring dengan meningkatnya penerimaan kendaraan elektrifikasi di Jawa Timur. Lebih dari 5.000 keluarga telah memilih raja mobil listrik buatan China itu sejak 2024. Sementara perusahaan mengeklaim menguasai 36 persen pangsa pasar kendaraan listrik di wilayah tersebut pada 2026. Sehingga momentum GIIAS Surabaya 2026 sekaligus menjadi ruang bagi BYD untuk mempertemukan produk, teknologi dan konsumen secara langsung. Dengan mengusung tema "Green Future, Smart Emotion", BYD menghadirkan M6 DM, M6 EV, ATTO 1, dan DENZA D9. Pengunjung juga dapat mencoba sejumlah kendaraan melalui area test drive. "Kepercayaan inilah yang menjadi semangat kami untuk terus memperluas jaringan, dan membawa pengalaman BYD lebih dekat kepada semakin banyak masyarakat Jawa Timur," pungkas Luther Panjaitan.