Pilihan mobil keluarga dengan konfigurasi tujuh penumpang kini tidak hanya mengandalkan mesin bensin. Teknologi elektrifikasi mulai masuk ke segmen ini, diantaranya Toyota Veloz Hybrid dan BYD M6 DM. Keduanya sama-sama menawarkan teknologi elektrifikasi, tetapi pendekatannya berbeda. Toyota Veloz Hybrid menggunakan sistem hybrid yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik, sedangkan BYD M6 DM mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang memungkinkan baterai diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal. Selain teknologi, konsumsi energi menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih mobil untuk digunakan sehari-hari. Untuk melihat perbedaannya, dilakukan simulasi penggunaan dengan jarak tempuh 60 km per hari selama 30 hari. Jarak tersebut setara dengan 1.800 km dalam satu bulan. Pengujian BYD M6 DM dalam rangkaian BYD DM Technology Roadshow di Jawa Barat Konsumsi BYD M6 DM Berdasarkan pengujian redaksi, BYD M6 DM mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 3,9 liter per 100 km. Jika dikonversi, maka angka tersebut setara dengan sekitar 25,6 km per liter. Dengan asumsi menggunakan Pertamax (RON 92) seharga Rp15.950 per liter pada September 2026, untuk menempuh jarak 60 km dibutuhkan sekitar 2,34 liter bahan bakar. Perhitungannya, 60 km dibagi konsumsi 25,6 km per liter, sehingga kebutuhan bahan bakar sekitar 2,34 liter. Dengan harga Pertamax Rp15.950 per liter per September 2026, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp37.382 per hari. Jika dibulatkan, maka biaya bahan bakar BYD M6 DM menjadi sekitar Rp38.000 per hari. Dalam 30 hari, dengan asumsi jarak tempuh dan konsumsi yang sama, biaya bahan bakarnya sekitar Rp1.121.460. Toyota Veloz Hybrid Konsumsi Toyota Veloz Hybrid Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 23,5 km per liter. Dengan jarak tempuh 60 km per hari, kebutuhan bahan bakarnya mencapai sekitar 2,55 liter. Dengan asumsi harga Pertamax Rp15.950 per liter, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp40.723 per hari. Jika dibulatkan, maka biaya bahan bakar Veloz Hybrid sekitar Rp41.000 per hari. Dalam 30 hari atau jarak tempuh total 1.800 km, biaya bahan bakar yang dibutuhkan sekitar Rp1.221.687. Selisih Biaya M6 DM dan Veloz Hybrid Dari simulasi tersebut, BYD M6 DM membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp37.382 per hari, sedangkan Toyota Veloz Hybrid sekitar Rp40.723 per hari. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp3.341 per hari. Jika penggunaan dilakukan selama 30 hari dengan jarak tempuh yang sama, maka selisih biaya bahan bakarnya mencapai sekitar Rp100.227. Dengan demikian, berdasarkan simulasi ini, biaya bahan bakar BYD M6 DM lebih rendah sekitar Rp100.000 per bulan dibandingkan Veloz Hybrid. Namun, perhitungan tersebut hanya membandingkan biaya bahan bakar berdasarkan angka konsumsi yang digunakan dalam simulasi. Khusus BYD M6 DM yang merupakan PHEV, biaya penggunaan sebenarnya juga dapat dipengaruhi oleh seberapa sering baterai diisi menggunakan listrik dan seberapa jauh mobil digunakan dalam kondisi baterai terisi. Artinya, biaya energi M6 DM bisa berbeda apabila pemilik rutin melakukan pengisian daya dan memaksimalkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik. Begitu juga dengan konsumsi Veloz Hybrid yang pada penggunaan sehari-hari dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, beban kendaraan, hingga penggunaan pendingin udara. Jadi, angka di atas merupakan simulasi untuk memberikan gambaran biaya penggunaan, bukan patokan konsumsi yang akan selalu didapat setiap pengguna.