Penjualan mobil hybrid Toyota menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah kenaikan harga dan persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Astra Motor (TAM) mencatat penjualan kendaraan hybrid meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, kondisi BBM menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional. Ilustrasi emblem mobil hybrid Toyota Hal ini tidak terlepas dari masih dominannya kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) di Indonesia. “Memang ini merupakan suatu challenge, terutama bukan hanya untuk Toyota, tetapi juga untuk dunia otomotif nasional,” kata Bansar di Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Menurut Bansar, situasi tersebut membuat efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli mobil. Teknologi hybrid dinilai dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang masih membutuhkan mesin pembakaran internal, tetapi ingin konsumsi BBM yang lebih efisien. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Hybrid Jadi Pilihan Bansar mengatakan, teknologi hybrid memungkinkan Toyota menawarkan kendaraan dengan mesin pembakaran internal yang memiliki efisiensi bahan bakar lebih baik. “Namun Toyota dengan adanya hybrid bisa membantu customer dengan menghadirkan teknologi hybrid yang lebih fuel efficient. Sehingga bisa mengurangi kesulitan-kesulitan, terutama bagi customer pada saat pengisian bensin,” ujarnya. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penjualan kendaraan hybrid Toyota. Hingga saat ini, penjualannya disebut meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ilustrasi self charging mobil hybrid Toyota “Ini sangat ber-impact, terutama terhadap penjualan hybrid kami. Tadi teman-teman juga sudah kami informasikan bahwa peningkatannya dibandingkan tahun lalu lebih dari 80 persen,” kata Bansar. Meski pertumbuhan hybrid cukup tinggi, kendaraan ICE masih mendominasi penjualan Toyota. Berdasarkan data perusahaan, kendaraan elektrifikasi berkontribusi sekitar 21 persen terhadap penjualan Toyota, sedangkan 79 persen lainnya masih berasal dari kendaraan ICE. “Elektrifikasi kami secara komposisi masih 21 persen. Kalau 21 persen, berarti masih ada 79 persen yang ICE,” ujar Bansar. Toyota Yaris Cross G Hybrid Tiga Hybrid Toyota Paling Laris Saat ini, tiga model hybrid dengan penjualan terbesar Toyota adalah Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV. Khusus Veloz Hybrid EV, Toyota mencatat respons konsumen cukup positif. Penjualan model tersebut konsisten berada di atas 2.000 unit per bulan sejak diluncurkan. Menurut Bansar, tingginya penerimaan terhadap kendaraan hybrid juga menjadi salah satu pertimbangan Toyota dalam mengembangkan produk elektrifikasi berikutnya. Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026 Toyota masih melakukan studi untuk menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Salah satu opsi yang terus dipertimbangkan adalah memperluas pilihan model hybrid. “Pastinya kami akan terus melakukan studi mengenai bagaimana meluncurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, termasuk hybrid. Tetapi saat ini kami masih belum bisa menyampaikan detailnya,” ujarnya.