Toyota kembali memperluas pilihan teknologi elektrifikasi pada Hilux. Setelah menghadirkan versi diesel mild hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), Toyota akan memproduksi Hilux yang menggunakan teknologi fuel cell electric vehicle atau FCEV. Hilux FCEV tersebut dijadwalkan masuk tahap produksi pada 2028, khususnya untuk pasar Eropa. Kehadirannya menjadi bagian dari strategi multi-pathway Toyota yang tetap menawarkan beberapa pilihan teknologi penggerak sesuai kebutuhan konsumen. Toyota juga telah memperlihatkan teaser pertama Hilux FCEV. Dari gambar yang dibagikan, mobil terlihat memiliki desain lampu daytime running light (DRL) yang terbagi menjadi beberapa segmen. Namun, karena gambar teaser masih cukup gelap, belum terlihat jelas perbedaan desain Hilux FCEV dengan Hilux konvensional. Belum diketahui pula apakah versi hidrogen ini akan menggunakan desain bumper dan gril tertutup seperti Hilux BEV. Bisa Tempuh Lebih dari 400 Km Mengutip Carscoops, Rabu (16/9/2026), Toyota memang belum membuka seluruh spesifikasi Hilux FCEV. Namun, pabrikan menyebut model tersebut ditargetkan memiliki jarak tempuh lebih dari 400 km berdasarkan WLTP. Selain itu, kemampuan towing-nya ditargetkan mencapai 2.500 kg. Angka tersebut masih berupa target awal Toyota, sehingga spesifikasi final Hilux FCEV kemungkinan baru akan diumumkan mendekati waktu peluncurannya. Sebagai pembanding, Hilux BEV yang sudah diperkenalkan Toyota memiliki jarak tempuh WLTP 257 km dan kemampuan towing antara 1.600 kg hingga 2.000 kg, tergantung konfigurasi dan regulasi yang berlaku. Salah satu keunggulan teknologi fuel cell adalah waktu pengisian hidrogen yang lebih singkat dibandingkan proses pengisian baterai kendaraan listrik. Pengisian bahan bakar hidrogen dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit. Namun, keuntungan tersebut tentu sangat bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian hidrogen. Toyota Hilux FCEV Sudah Diuji Sejak Generasi Sebelumnya Pengembangan Hilux berbahan bakar hidrogen bukan proyek baru bagi Toyota. Toyota sebelumnya telah memperkenalkan prototipe Hilux H2 pada 2022. Mobil tersebut menggunakan teknologi fuel cell yang berasal dari sedan Mirai. Kemudian pada 2024, Toyota membangun 10 unit prototipe Hilux FCEV untuk menjalani pengujian di Inggris. Prototipe tersebut menggunakan tiga tangki hidrogen yang ditempatkan di dalam sasis ladder frame. Selain itu, terdapat baterai lithium-ion yang dipasang di bawah bak belakang. Toyota mencatat prototipe tersebut mampu mencapai jarak tempuh hingga 600 km. Sistem penggeraknya menggunakan motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang dengan tenaga 180 hp dan torsi 300 Nm. Untuk versi produksi yang akan hadir pada 2028, Toyota sejauh ini baru mengungkap target jarak tempuh lebih dari 400 km dan kemampuan towing hingga 2.500 kg. Toyota Tetap Pertahankan Diesel Kehadiran Hilux FCEV juga memperlihatkan strategi Toyota yang tidak hanya mengandalkan satu jenis teknologi. Di Eropa, Hilux ditawarkan dengan pilihan mesin diesel mild hybrid 48 volt dan versi BEV. Nantinya, versi fuel cell akan melengkapi pilihan tersebut. Toyota mengatakan pendekatan multi-pathway diperlukan karena kebutuhan kendaraan komersial berbeda-beda, termasuk dari sisi jarak tempuh, penggunaan kendaraan, kebutuhan towing, hingga kondisi operasional di masing-masing wilayah. Selain kendaraan listrik, Toyota juga masih mempertahankan mesin diesel untuk kendaraan komersialnya. Teknologi tersebut bahkan dapat menggunakan bahan bakar terbarukan seperti HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) untuk membantu menekan emisi karbon. Dengan demikian, Hilux FCEV bukan pengganti langsung seluruh pilihan mesin yang sudah ada. Model ini justru menjadi tambahan pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan komersial dengan teknologi tanpa emisi dan waktu pengisian energi yang lebih singkat.