Sejumlah pabrikan otomotif mulai menghadirkan pikap bermesin plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Seperti BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha PHEV, dan Ford Ranger Hybrid. Dalam waktu dekat, JAC Hunter serta Nissan Frontier Pro juga dijadwalkan meluncur di global. Data hingga akhir Mei 2026 menunjukkan pengiriman kendaraan niaga ringan PHEV di Australia telah mencapai 8.438 unit, menandakan minat konsumen terhadap alternatif selain mesin diesel terus meningkat. Meski demikian, Toyota belum berencana menghadirkan Hilux PHEV dalam waktu dekat. Vice President Sales, Marketing and Franchise Operations Toyota Australia John Pappas mengatakan, Toyota terus mempelajari berbagai pilihan teknologi penggerak. Namun, perusahaan tidak ingin menghadirkan produk yang belum sesuai dengan kebutuhan pelanggan. "Kami selalu mempelajari berbagai solusi powertrain seperti ini, bukan berarti kami hanya diam. Namun, teknologi tersebut harus benar-benar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan," kata Pappas dikutip CarExpert, Jumat (10/7/2026). Menurut dia, Toyota telah memiliki berbagai pilihan Hilux untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, setiap investasi besar di bidang riset dan pengembangan harus menghasilkan produk yang benar-benar sesuai dengan karakter pasar. "Kami memang sudah memiliki pilihan pikap untuk kebutuhan gaya hidup pada beberapa varian Hilux. Namun, jika nantinya kami menghadirkan powertrain seperti ini, kami ingin memastikan hasil dari investasi besar kami di bidang riset dan pengembangan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kami," ujarnya. Toyota New Hilux Kemampuan Towing Toyota Australia saat ini masih mengandalkan Hilux bermesin diesel sebagai tulang punggung penjualan. Selain itu, pabrikan asal Jepang tersebut juga tengah menyiapkan varian Battery Electric Vehicle (BEV) dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), dengan model hidrogen dijadwalkan meluncur pada 2028. Varian diesel masih menjadi favorit karena mampu menarik beban hingga 3.500 kilogram dan memiliki kapasitas angkut sekitar 1 ton. Di sisi lain, sejumlah rival mengklaim pikap PHEV mereka juga mampu menarik trailer berbobot 3.500 kg. Meski demikian, kapasitas angkutnya masih belum menyamai Hilux versi cab chassis. Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia Ray Munday mengatakan, Toyota tidak ingin terburu-buru meluncurkan Hilux PHEV hanya untuk mengejar para kompetitor. "Kami tentu menyadari bahwa persaingan di segmen ini cukup kuat dan kami terus mempelajarinya. Namun, sampai teknologinya benar-benar siap, kami tidak akan merilis produk yang terburu-buru," kata Munday. Menurut dia, tantangan terbesar kendaraan PHEV masih berasal dari bobot tambahan baterai dan sistem elektrifikasi. Bobot tersebut dinilai dapat mengurangi kemampuan angkut maupun daya tarik kendaraan, dua aspek yang menjadi pertimbangan utama konsumen Hilux. New Toyota Hilux Munday menambahkan, Toyota tidak ingin mengorbankan reputasi Hilux hanya demi mengikuti tren elektrifikasi. "Ekspektasi terhadap merek Toyota dan Hilux sangat tinggi, bahkan mungkin lebih tinggi dibanding produk lain. Kami sangat menghargai hal itu dan itulah yang membuat tantangannya semakin besar." Indonesia Baru Kedatangan Hilux Anyar Pernyataan Toyota Australia tersebut juga menarik karena PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan New Toyota Hilux di Indonesia pada akhir Juni 2026. Penyegaran dilakukan pada sektor mesin, desain, fitur, hingga keselamatan. Seluruh varian kini menggunakan mesin diesel 2.8 liter 1GD-FTV yang mampu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 500 Nm. Selain itu, Toyota juga menghadirkan Hilux Double Cab Battery EV sebagai pilihan kendaraan listrik murni. Dengan strategi tersebut, Toyota menunjukkan elektrifikasi pada Hilux tetap berjalan. Namun, untuk saat ini perusahaan masih memilih menawarkan varian diesel dan Battery EV, sementara teknologi plug-in hybrid (PHEV) masih belum menjadi bagian dari rencana pengembangan Hilux.