PT Toyota Astra Motor (TAM) berharap pasar otomotif nasional dapat menunjukkan tren positif pada paruh kedua 2026. Harapan tersebut berkaca pada pola yang selama ini terjadi, di mana penjualan kendaraan umumnya mulai meningkat pada semester II. Meski demikian, Toyota menilai masih ada sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pemulihan pasar, mulai dari kondisi geopolitik hingga pergerakan nilai tukar rupiah. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, jika melihat tren yang ada, biasanya kondisi pasar di Indonesia akan membaik pada semester 2. Suasana pameran otomotif GIIAS 2026 "Jadi, tentunya sebagai pelaku otomotif, kita berharap tren market akan membaik. Tapi, kita tetap cermati, karena masih ada beberapa ketidakpastian," ujar Ernando, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Faktor Global Jadi Perhatian Menurut Ernando, sejumlah tantangan global masih membayangi industri otomotif. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi biaya produksi, harga kendaraan, hingga daya beli masyarakat. "Pertama, perang Iran belum selesai. Harga minyak bumi juga masih fluktuatif, ini rasanya harus kita cermati. Lalu, yang kedua, depresiasi rupiah juga hari ini menjadi salah satu tantangan," kata Ernando. Lexus ES350 hybrid dan ES350e (listrik) meluncur di GIIAS 2026. Kondisi tersebut membuat pelaku industri belum bisa sepenuhnya optimistis, meski permintaan kendaraan diperkirakan akan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Dorong Kolaborasi Ernando mengatakan, upaya membangkitkan pasar otomotif tidak bisa hanya mengandalkan produsen kendaraan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pembiayaan, dinilai menjadi faktor penting agar industri kembali bergairah. "Kalau ditanya harapannya, mengikuti tren-tren sebelumnya selalu naik. Tapi, tentunya kita tetap cermati dengan hati-hati. Karena itu, kita berharap semua stakeholder di otomotif, tentunya pemerintah dalam hal ini, kami produsen, lembaga pembiayaan, itu semua dapat bersatu supaya market bisa lebih baik," ujarnya. Harapan tersebut sejalan dengan upaya industri otomotif yang tengah memanfaatkan momentum GIIAS 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk baru sekaligus mendorong minat beli konsumen. Sejumlah merek menawarkan program penjualan dan pembiayaan yang lebih kompetitif guna menopang penjualan hingga akhir tahun.