PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang untuk mengekspor New Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) ke pasar mancanegara. Namun, untuk saat ini, perusahaan masih memprioritaskan pemenuhan permintaan konsumen di pasar domestik. Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, ekspor Veloz Hybrid dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan ke depan. Kendati demikian, realisasinya akan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pasar tujuan. "Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," ujar Nyoman di Karawang, dikutip Kamis (1/10/2026). Produksi Veloz Hybrid di Indonesia mencapai 15.737 unit hingga Agustus 2026, masih untuk pasar domestik di tengah SPK tembus 19.000 unit. Hingga akhir Agustus 2026, TMMIN telah memproduksi 15.737 unit Veloz Hybrid sejak model tersebut mulai diproduksi. Tingginya angka produksi tersebut sejalan dengan permintaan kendaraan elektrifikasi yang cukup kuat di pasar domestik. SPK Veloz Hybrid Tembus 19.000 Unit Penjualan Veloz Hybrid di Indonesia juga menunjukkan kinerja positif. Sejak pemesanan dibuka pada November 2025 hingga Agustus 2026, surat pemesanan kendaraan (SPK) model tersebut telah melampaui 19.000 unit. Kondisi tersebut membuat TMMIN masih mengutamakan pasar dalam negeri sebelum memperluas distribusi Veloz Hybrid ke negara lain. Toyota Veloz Hybrid IIMS 2026 Meski begitu, peluang ekspor tetap terbuka mengingat Toyota telah memiliki pengalaman panjang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan untuk pasar global. Hingga Agustus 2026, sejumlah model Toyota produksi Indonesia telah diekspor ke berbagai negara. Model tersebut mencakup Toyota Avanza dan Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya atau Wigo. Avanza dan Veloz menjadi salah satu kontributor terbesar dalam ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia. Produksi Toyota Indonesia Tembus 353.778 Unit TMMIN saat ini mengoperasikan fasilitas manufaktur di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi sekitar 282.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas tersebut menjadi salah satu basis produksi Toyota untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Produksi Veloz Hybrid di Indonesia mencapai 15.737 unit hingga Agustus 2026, masih untuk pasar domestik di tengah SPK tembus 19.000 unit. Selain Veloz Hybrid, pabrik Toyota di Karawang juga memproduksi sejumlah kendaraan elektrifikasi, seperti Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, hingga mobil listrik Toyota bZ4X. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi mobil Toyota di Indonesia mencapai 353.778 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 336.332 unit. Toyota Veloz Hybrid TMMIN memastikan akan terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar domestik dan ekspor. "Untuk TMMIN, selain untuk pasar domestik kami juga berusaha mempertahankan kinerja ekspor," ucap Nyoman.