PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberikan perkembangan terbaru terkait kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dalam pengembangan baterai kendaraan elektrifikasi. Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, saat ini perusahaan telah menjalin kerja sama dengan CATL. “Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, Toyota memang memiliki kerja sama dengan CATL. Untuk detail mengenai implementasi kerja sama tersebut, termasuk penggunaannya pada produk Toyota, akan kami informasikan lebih lanjut pada waktu yang tepat,” ujar Nyoman di Karawang, dikutip Sabtu (3/10/2026). Ilustrasi pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat. Dengan demikian, hingga saat ini TMMIN belum memastikan apakah baterai dari kerja sama dengan CATL sudah digunakan pada produk Toyota yang dipasarkan di Indonesia. TMMIN Fokus Baterai HEV Di sisi lain, TMMIN saat ini masih memfokuskan produksi baterai hybrid electric vehicle (HEV) di Plant 2. Kapasitas produksi baterai tersebut nantinya akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan elektrifikasi Toyota. “Saat ini, produksi HEV battery masih kami fokuskan di Plant 2. Namun, ke depannya, untuk memenuhi kebutuhan produksi, tentunya kami akan melakukan peningkatan kapasitas, salah satunya melalui studi pengembangan HEV Battery Production Line di Plant 1,” kata Nyoman. Produksi Veloz Hybrid di Indonesia mencapai 15.737 unit hingga Agustus 2026, masih untuk pasar domestik di tengah SPK tembus 19.000 unit. Sebelumnya, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan Toyota menyiapkan investasi sekitar Rp 1,3 triliun untuk kerja sama dengan CATL. Investasi tersebut digunakan untuk mesin produksi sel dan modul baterai yang ditempatkan di fasilitas mitra. “Kita investasi Rp 1,3 triliun, itu untuk mesin-mesin yang dipakai untuk membuat sel dan modul di CATL. Seluruh investasinya itu dari kita,” kata Nandi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kerja Sama Baterai Perkuat Rantai Pasok Menurut Nandi, skema tersebut berbeda dengan proyek baterai yang hanya melakukan perakitan battery pack. Dalam kerja sama ini, produksi menyasar level sel dan modul. “Lokasi dan nanti prosesnya, seperti kita punya cetakan, lalu ditaruh di supplier. Jadi nanti yang menjalankan itu CATL, investasinya dari kita. Ini yang pertama, produksi sel dan modul, bukan battery pack,” ujarnya. Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto dalam Public Annoucement, HEV Battery Deeper Localization TMMIN and CATL di Jakarta, Senin (20/4/2026) Pada tahap awal, produksi sel dan modul baterai tersebut ditargetkan mulai berjalan pada semester kedua 2026. Namun, Toyota belum mengungkap model kendaraan yang nantinya menggunakan baterai hasil kerja sama tersebut. Kolaborasi Toyota dan CATL menjadi bagian dari strategi multi-pathway Toyota dalam mengembangkan kendaraan rendah emisi, mulai dari HEV hingga battery electric vehicle (BEV), sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah rantai pasok baterai di Indonesia.