PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah mengembangkan program mobil nasional (Mobnas) dan motor listrik nasional (Molinas). Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan Toyota akan mengikuti arah kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Namun, Toyota juga akan menyesuaikan langkah tersebut dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan. “Toyota sebagai bagian dari industri otomotif nasional akan mengikuti arah kebijakan pemerintah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan,” ujar Nyoman di Karawang, dikutip Sabtu (3/10/2026). Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintah tengah mematangkan program Mobnas dan Molinas sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri kendaraan di Indonesia. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kendaraan buatan dalam negeri, tetapi juga ditujukan untuk mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat industri nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Pemerintah Dorong Kedaulatan Industri Otomotif Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung pengembangan kendaraan rendah emisi sejak beberapa tahun terakhir. Pikap Mobnas Esemka Menurut Setia, ketika kebijakan kendaraan listrik mulai disiapkan pada 2019, pemerintah belum memiliki inisiatif khusus mengenai Mobnas maupun Molinas. Namun, program tersebut kini menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan industri otomotif nasional. “Tujuan kita pasti pada saat memberikan, semangatnya untuk target dari motor listrik dan mobil nasional ini, pemerintah ingin mendorong adanya pemerataan ekonomi, kedaulatan terhadap industri mobil dan motor,” ucap Setia. “Dan juga terhadap kedaulatan strategis bahwasanya Indonesia itu tidak hanya sebagai produsen atau sebagai market untuk motor listrik ataupun mobil listrik nasional,” katanya. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Perancis, Sebastian Lecornu menumpangi Maung MV3 Komando VVIP-Hard Top untuk ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/1/2024). Len dan Pindad Disiapkan sebagai Offtaker Untuk memastikan program tersebut memiliki jalur implementasi, pemerintah melalui Sekretariat Negara telah menunjuk PT Len Industri dan PT Pindad sebagai offtaker. Setia mengatakan, pelaksanaan program nantinya akan menyesuaikan dengan kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah, termasuk terkait investasi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan insentif. “Pemerintah lewat Sekneg sudah ditunjuk Len dan Pindad sebagai offtaker, dan ini akan menyesuaikan nanti terhadap apa yang sudah ada kebijakan yang diterbitkan atau dikeluarkan terkait baik itu investasi, terkait TKDN, maupun terkait insentif lainnya yang akan diberikan. Ini adalah bagian dari regulator yang dilakukan oleh Kemenperin,” kata Setia. Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan cikal bakal mobil nasional Di tengah rencana tersebut, TMMIN menyatakan akan mengikuti arah kebijakan pemerintah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan perusahaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Toyota masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai bentuk kebijakan dan skema implementasi program Mobnas.