Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia kian memanas seiring masuknya teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang ditawarkan dengan banderol makin terjangkau. Kehadiran model seperti BYD M6 DM, yang harganya mulai mepet dengan Toyota Veloz HEV, menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan mobil ramah lingkungan di Tanah Air terus berkembang pesat. Menanggapi masuknya gempuran PHEV murah dari sejumlah merek, termasuk produsen asal China, PT Toyota-Astra Motor (TAM) memberikan respons positif. BYD M6 DM PHEV GIIAS 2026 Toyota menilai kehadiran teknologi PHEV tidak secara langsung menggerus segmen hybrid yang mereka kuasai, melainkan justru memperkaya opsi bagi konsumen. Preferensi Teknologi Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengungkapkan bahwa teknologi PHEV yang ditawarkan para kompetitor saat ini pada dasarnya menyasar segmen konsumen yang berbeda jika dibandingkan dengan pembeli hybrid Toyota. Perbedaan utama tersebut terletak pada preferensi serta kebutuhan penggunaan teknologi elektrifikasi sehari-hari. Ilustrasi test drive mobil Toyota Veloz Hybrid di Plaza Toyota "Khusus untuk plug-in hybrid mereka, untuk saat ini masih menyasar pasar yang berbeda dengan hybrid kami. Terutama dari preferensi teknologi," ujar Bansar di Yogyakarta (15/9/2026). Kendati persaingan makin ketat, Toyota menyambut baik antusiasme pabrikan otomotif global dalam menghadirkan lini produk elektrifikasi terbaik di Indonesia. "Pada dasarnya kami sangat berterima kasih bahwa kompetitor datang dengan produk-produk yang memiliki keunggulan mereka masing-masing. Ini berarti menambah semangat kompetisi untuk menghadirkan produk terbaik bagi customer," ucap Bansar. Toyota Veloz Hybrid Veloz Hybrid 2.000 Unit per Bulan Toyota sendiri hingga kini masih mengandalkan teknologi HEV (Hybrid Electric Vehicle) sebagai pilar utama penetrasi pasar elektrifikasinya. Kepercayaan konsumen terhadap lini hybrid Toyota diklaim masih solid dan belum terpengaruh signifikan oleh gempuran model PHEV terjangkau. "Untuk saat ini kalau dilihat, penjualan Veloz kami masih tetap di atas 2.000 unit sebulan. Ini menunjukkan bahwa produk kami masih tetap memiliki pasar di tengah kompetisi yang ada," katanya. BYD M6 DM BYD M6 DM (terdiri dari 5 varian) dibanderol mulai Rp 298 juta hingga Rp 390 juta. Sementara Toyota Veloz Hybrid EV (terdiri dari 4 varian) dari Rp 303 juta sampai Rp 385 juta. Varian entry level BYD M6 DM Classic Standard menjadi pilihan paling terjangkau di angka Rp 298 juta, lebih murah sekitar Rp 5 juta dibandingkan varian termurah Toyota Veloz 1.5 V Hybrid CVT seharga Rp 303 juta.