Ada perubahan menarik dari komposisi pemesanan Toyota selama GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dari total 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), sebanyak 56 persen berasal dari lini kendaraan elektrifikasi (xEV). Artinya, lebih dari separuh kendaraan Toyota yang dipesan selama 11 hari pameran di ICE BSD City, Tangerang, sudah menggunakan teknologi elektrifikasi. Jika dihitung dari persentase tersebut, kontribusi lini elektrifikasi Toyota mencapai sekitar 3.458 unit. Capaian ini tidak hanya datang dari mobil listrik berbasis baterai, tetapi merupakan kombinasi berbagai teknologi yang ditawarkan Toyota melalui strategi multi-pathway. Kontributor besarnya datang dari Kijang Innova. Secara keseluruhan, model tersebut membukukan 2.221 SPK, dengan Innova Zenix Hybrid menyumbang 1.669 unit. Dengan demikian, sekitar 75 persen pemesanan Kijang Innova selama GIIAS 2026 berasal dari varian hybrid. Model elektrifikasi lain juga memberikan kontribusi. Veloz Hybrid yang diperkenalkan Toyota membukukan 1.115 SPK, disusul Alphard Hybrid sebanyak 307 unit dan Yaris Cross Hybrid dengan 302 unit. "Selama 55 tahun, Toyota telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas yang relevan. Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Toyota selama GIIAS 2026," ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide, dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026). Menurut Oide, hasil tersebut juga memberikan gambaran mengenai penerimaan konsumen terhadap strategi multi-pathway Toyota, yakni menawarkan beberapa pilihan teknologi kendaraan sesuai kebutuhan penggunaan. Hybrid Jadi Motor Utama Menariknya, angka pemesanan menunjukkan bahwa kendaraan hybrid masih menjadi tulang punggung elektrifikasi Toyota di Indonesia. Jika hanya menghitung Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid, Alphard Hybrid dan Yaris Cross Hybrid, keempat model tersebut sudah mengumpulkan sedikitnya 3.393 SPK. Jumlah itu setara sekitar 98 persen dari estimasi 3.458 SPK kendaraan elektrifikasi Toyota selama GIIAS 2026. Komposisi tersebut memberikan gambaran bahwa pada fase elektrifikasi saat ini, teknologi hybrid masih menjadi pilihan utama konsumen Toyota. Di sisi lain, Toyota juga terus memperluas pilihan teknologi elektrifikasinya. Pada GIIAS 2026, pabrikan Jepang tersebut antara lain membawa New Land Cruiser 300 Hybrid EV serta memperkenalkan bZ4X Touring Battery EV. Toyota Hilux BEV di GIIAS 2026 New Hilux Kantongi 345 Pesanan Tidak hanya kendaraan elektrifikasi, respons juga datang dari segmen kendaraan komersial. New Hilux yang tampil perdana di hadapan publik pada GIIAS 2026 membukukan 345 SPK selama pameran. Toyota juga membawa pulang sejumlah penghargaan. Booth Toyota mendapatkan predikat Best Booth untuk kategori luas lebih dari 2.000 meter persegi, sedangkan bZ4X Touring meraih Favorite Passenger Car Crossover. "Tingginya minat pada model-model elektrifikasi kami serta antusiasme terhadap New Hilux menjadi bukti kuatnya kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus melengkapi ekosistem mobilitas yang sesuai dengan beragam aktivitas masyarakat Indonesia," kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma. Dengan 56 persen SPK berasal dari lini elektrifikasi, hasil GIIAS 2026 sekaligus memperlihatkan arah permintaan konsumen Toyota. Namun untuk saat ini, bukan mobil listrik murni yang menjadi penggerak utamanya, melainkan model-model hybrid yang sudah bermain di sejumlah segmen berbeda.