Toyota Starlet menjadi salah satu mobil tua (motuba) yang memiliki posisi tersendiri di tengah masyarakat Indonesia. Eksistensi hatchback era 1980-1990-an ini seolah tidak ada matinya dan terus melintasi antargenerasi. Di pasar mobil bekas, harga Starlet terbilang relatif terjangkau, sehingga cocok dilirik oleh pemula yang sedang mencari mobil pertama. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula pemilik yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi melakukan restorasi total. Mobil ini kerap diturunkan dari orang tua ke anak, atau sengaja dibeli kembali oleh mereka yang memiliki kenangan manis di masa lalu. Konversi Unik Toyota Starlet EP81 ke EP82 Dari Fungsi Hingga Faktor Emosi Mamang Mawardi, pemilik bengkel spesialis Toyota Starlet Depok Auto Care, mengungkapkan bahwa antrean perbaikan hingga modifikasi Starlet di bengkelnya tidak pernah sepi, mulai dari perawatan ringan sampai proyek swap engine. "Mobil Starlet itu enggak ada habisnya. Di bengkel saja waiting list. Owner Starlet itu dari level A sampai Z itu ada. Orang karena fungsi, orang karena hobi, kalau sudah lari dikit soal emosi, zaman pacaran," kata Mamang kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Mamang, segmen pengguna Starlet sangat luas. Konsumen yang melakukan restorasi berat umumnya sudah mapan secara finansial, tetapi di saat yang sama ekosistem mobil ini tetap ramah bagi pemula. Toyota Starlet Kotak 1.3 XL 1986 "Artinya secara ekonomi kan sudah tuntas. Lihat begini-begitu, Starlet yang Turbo, bikin dua pintu. Segmennya luas sekali. Teman-teman yang sekadar fungsi harus saya rangkul. Saya pernah di fase itu, minim ilmu, duit, pengalaman," ujar Mamang. Solusi Perawatan yang Proporsional Lebih lanjut, Mamang menjelaskan bahwa unit Starlet yang masuk secara resmi ke Indonesia mayoritas merupakan varian paling sederhana dengan fitur terbatas. Hal ini berbeda dengan pasar Jepang atau Eropa yang menawarkan varian lebih beragam. Keterbatasan varian lokal tersebut justru memicu antusiasme pemilik untuk membangkitkan kenangan lama lewat modifikasi atau konversi. Toyota Starlet sedang proses modifikasi audio "Orang mau bangkitkan kenangan lama. Pernah punya di Belanda, dulu di sana pakai Starlet dua pintu, ingin dong bikin. Kan sudah emosi, sudah enggak ngomong harga lagi," ucap Mamang. Kendati demikian, bagi konsumen yang membutuhkan Starlet sekadar untuk operasional harian, penanganannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi anggaran. Perbaikan dilakukan secara terukur agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan. "Masalah pada mobil juga tinggal kasih solusi secara proporsional saja. Karena jasa juga enggak bisa dibanding-bandingkan, yang kita kasih sesuai," kata Mamang. Toyota Starlet kotak Pada akhirnya, Toyota Starlet bukan lagi sekadar hatchback tua penunjang mobilitas harian, melainkan ikon yang menyimpan nilai emosional lintas generasi. Baik difungsikan sebagai solusi kendaraan pertama yang terjangkau maupun diwujudkan sebagai sarana nostalgia lewat proyek restorasi bernilai fantastis, Starlet membuktikan eksistensinya yang tak lekang oleh waktu di pasar otomotif Tanah Air.