Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang menghadirkan model hybrid baru di Indonesia, termasuk kemungkinan teknologi tersebut diterapkan pada Avanza. Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, pengembangan produk baru akan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan permintaan konsumen. Hal ini membuka peluang bagi Toyota untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi, setelah Veloz Hybrid diproduksi secara lokal. Produksi Veloz Hybrid di Indonesia mencapai 15.737 unit hingga Agustus 2026, masih untuk pasar domestik di tengah SPK tembus 19.000 unit. “Selama terdapat kebutuhan dan permintaan dari pelanggan, kami akan terus melihat peluang untuk memenuhi kebutuhan model baru. Kami akan terus menyesuaikan produk yang kami hadirkan dengan kebutuhan dan perkembangan pasar,” ujar Nyoman di Karawang, dikutip Sabtu (3/10/2026). Sebelumnya, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Bansar Maduma juga menyatakan Toyota tidak menutup kemungkinan menghadirkan teknologi hybrid pada model lain, termasuk mobil keluarga di segmen yang lebih terjangkau. “Kita tidak menutup mata untuk studi. Semua kebutuhan dan masukan dari masyarakat menjadi acuan kami untuk bagaimana mengembangkan next product,” ujar Bansar di GIIAS 2026, pada Agustus lalu. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Veloz Hybrid Sudah Diproduksi Lokal Peluang Avanza Hybrid menjadi semakin menarik setelah Toyota mulai memproduksi Veloz Hybrid di Indonesia. Model tersebut mengisi segmen MPV tujuh penumpang dengan teknologi hybrid dan mendapatkan respons positif dari konsumen. Dengan adanya produksi lokal Veloz Hybrid, Toyota juga telah memiliki basis produksi dan pengalaman dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. Ilustrasi tempat assembly baterai di pabrik Toyota Namun, penerapan teknologi serupa pada Avanza tetap membutuhkan kajian tersendiri karena karakter produk dan konsumennya berbeda. Bansar mengatakan, penerimaan teknologi hybrid pada MPV tujuh penumpang menunjukkan adanya potensi untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen tersebut. “Kami juga melihat bahwa dengan acceptance hybrid, terutama di MPV 7-seater, ini mungkin bisa match dengan Avanza. Tapi kita tetap studi terus,” kata Bansar. Toyota Avanza Tipe E Karakter Avanza dan Veloz Berbeda sama bermain di segmen MPV tujuh penumpang, Toyota menilai Avanza memiliki karakter konsumen dan posisi produk yang berbeda dengan Veloz. “Avanza ini punya spesifikasi, customer, dan segmen yang mungkin agak berbeda. Sehingga kita mencoba bagaimana menghadirkan produk yang komplet untuk menjawab semua segmen di Indonesia. Jadi pasti akan kami stuar. Karena itu, Toyota belum memberikan kepastian mengenai waktu maupun spesifikasi apabila Avanza Hybrid benar-benar dikembangkan. Produksi Veloz Hybrid di Indonesia mencapai 15.737 unit hingga Agustus 2026, masih untuk pasar domestik di tengah SPK tembus 19.000 unit. TMMIN juga masih melihat perkembangan permintaan pasar sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan model baru yang akan diproduksi. Jika terealisasi, Avanza Hybrid berpotensi memperluas pilihan mobil elektrifikasi Toyota di segmen MPV keluarga sekaligus melengkapi Veloz Hybrid yang sudah diproduksi di Indonesia.