Banjir besar yang melanda Thailand membuat Toyota menghentikan sementara operasi empat pabriknya karena terganggunya pengiriman komponen. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai potensi dampaknya terhadap pasar Toyota di Indonesia, terutama untuk kendaraan yang masih didatangkan secara utuh atau completely built-up (CBU) dari Thailand. Dilansir dari Reuters (30/9/2026), Toyota menghentikan sementara operasi tiga pabrik milik Toyota di Thailand serta satu fasilitas Toyota Auto Works. Banjir merendam mobil-mobil di salah satu ruas jalan Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026). Banjir Bangkok terjadi setelah ibu kota Thailand itu diguyur hujan deras selama hampir dua hari beruntun. Perusahaan saat ini berkoordinasi dengan pemasok untuk memulihkan pengiriman komponen, tetapi belum merinci kapan produksi akan kembali normal. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan situasi di Thailand. 90 Persen Toyota di Indonesia Produksi Lokal Bansar mengatakan, sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia saat ini merupakan produksi dalam negeri. Dengan demikian, hanya sekitar 10 persen yang masih diimpor secara utuh dari sejumlah negara, termasuk Jepang dan Thailand. Pabrik Toyota di Karawang “Hingga saat ini, kami belum menerima informasi terbaru terkait dampak bencana tersebut terhadap suplai kendaraan Toyota yang berasal dari Thailand,” ujar Bansar, kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2026). Menurut dia, TAM akan terus berkoordinasi dengan kantor regional Toyota untuk memantau kondisi sekaligus memastikan ketersediaan stok kendaraan yang berpotensi terdampak. Artinya, sejauh ini belum terdapat informasi mengenai gangguan pasokan kendaraan Toyota dari Thailand ke Indonesia akibat penghentian produksi tersebut. Banjir yang melanda kota Bangkok, Thailand, Senin (28/9/2026). Pernah Ganggu Produksi Toyota Indonesia pada 2011 Banjir Thailand bukan pertama kali mengganggu rantai pasok Toyota. Pada 2011, banjir besar di negara tersebut membuat operasi pabrik Toyota Motor Thailand terhenti sejak 10 Oktober. Dampaknya kemudian merembet ke sejumlah negara. Dalam rilis 10 November 2011, Toyota menyebut pabrik kendaraan di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Afrika Selatan melakukan penyesuaian jam produksi mulai pekan 14 November. Namun, untuk banjir yang terjadi saat ini, belum ada laporan mengenai dampak terhadap produksi Toyota di luar Thailand. Toyota HiAce Premio Signature Series Type Q buatan Baze Kondisi tersebut membuat perkembangan pasokan dari Thailand masih menjadi perhatian, khususnya bagi model Toyota yang dipasarkan di Indonesia dalam bentuk CBU. Di antaranya seperti Toyota Hilux Rangga, Hilux 4x4 (Single & Double Cabin), Hiace (Commuter & Premio), Corolla Cross, Camry, Corolla Altis, hingga Vios. TAM menyatakan akan terus memantau situasi untuk memastikan ketersediaan unit di pasar domestik.