Mencari mobil pertama dengan anggaran terbatas acap kali mengarahkan konsumen pada jajaran mobil bekas pabrikan Jepang era 1990-an. Salah satu model yang tergolong populer dan konsisten diminati adalah Toyota Starlet. Selain dimensinya yang ringkas sehingga lincah bermanuver di jalan raya, hatchback legendaris ini dibekali kapasitas mesin relatif kecil sehingga ramah kantong bagi pengemudi pemula. Harga bekasnya ada di rentang Rp 30 jutaan sampai Rp 60 jutaan. Di pasaran, Toyota Starlet secara umum terbagi dalam dua generasi utama, yakni Starlet Kotak dan Starlet Kapsul. Konversi Unik Toyota Starlet EP81 ke EP82 Lantas, jika niatnya menjadikan Starlet sebagai mobil harian sekaligus mobil pertama, varian mana yang paling pas untuk dilirik? Starlet Kapsul, Ramah untuk Pemula Mamang Mawardi, pemilik bengkel spesialis Toyota Starlet Depok Auto Care, menjelaskan bahwa bagi konsumen umum yang tidak terlalu mengincar nilai keantikan, Starlet Kapsul merupakan pilihan yang jauh lebih rasional. “Biasanya gini, Starlet Kotak atau Kapsul, kalau orang enggak minded banget, saya sarankan ke Starlet Kapsul,” kata Mamang kepada Kompas.com belum lama ini. Toyota Starlet kotak Menurut Mamang, secara kondisi bahan di pasar mobil bekas, Starlet Kapsul relatif lebih minim PR dibandingkan Starlet Kotak. Kerusakan fisik pada Starlet Kotak umumnya sudah merambat ke bagian bodi dan sasis. “Kita ngomong bahan, Starlet Kotak itu terlepas umur, memang relatif pasti keropos. Itu kan dandannya pasti mahal dan lama,” ujar Mamang. Ia menambahkan, secara mekanis dapur pacu kedua generasi tersebut relatif mirip. Namun, faktor kenyamanan dan kondisi bodi di rentang usia yang lebih muda membuat Kapsul unggul untuk pemakaian harian. Toyota Starlet Kotak 1.3 XL 1986 “Material bodi, sasis, pendinginan, kaki-kaki, peredam, kan tahun muda selalu lebih bagus. Artinya enggak perlu dandan banyak, bisa untuk segera menikmati,” lanjutnya. Starlet Kotak Pas untuk Mobil Hobi Kendati Starlet Kapsul lebih praktis, bukan berarti Starlet Kotak kehilangan peminat. Menurut Mamang, Starlet Kotak justru memberikan gengsi dan daya tarik tersendiri jika diposisikan sebagai mobil koleksi atau mobil hobi. “Kalau enggak minded yang Kotak, enggak usah, karena sudah pasti mahal, memang prestise. Main Starlet Kotak kalau bagus juga akan lebih ditengok orang daripada Kapsul. Karena memang seperti itu, barang-barangnya juga mahal,” kata Mamang. Toyota Starlet Kotak 1.3 XL 1986 Bagi calon pembeli yang tidak ingin dipusingkan proses restorasi bodi dan pencarian suku cadang langka, menjadikan Starlet Kotak sebagai mobil pertama sangat tidak disarankan. Incar Varian 1.300 cc Tahun Muda Bagi konsumen yang akhirnya memantapkan hati memilih Starlet Kapsul, Mamang menyarankan untuk berburu varian keluaran tahun terakhir dengan kapasitas mesin 1.300 cc. “Sebenarnya untuk Starlet, varian paling lengkap yang 1.300 (cc). Itu ada yang SE dan SEG. Yang paling muda 1996–1998, disc-nya (cakram) sudah gede, power window, power steering,” jelas Mamang. Dari sisi perawatan berkala, Starlet Kapsul 1.300 cc juga terbukti jauh lebih bersahabat karena ketersediaan suku cadangnya yang melimpah di pasaran. Jambore Indonesia Starlet Club. “Sisi lain 1.300, sparepart jauh lebih mudah didapat. Saya enggak tahu kenapa yang 1.000 agak susah, bukan berarti enggak ada,” katanya. Kemudahan berburu suku cadang varian 1.300 cc ini tidak lepas dari strategi pembagian komponen (common parts) yang diterapkan pabrikan Toyota pada era tersebut. “Cuma kan yang 1.300 ini masuk ke Corolla Twin Cam, lanjut ke Great Corolla, masuk ke sana. Toyota pintar lah, satu mesin masuk ke mana-mana,” pungkas Mamang. Oleh karena itu, bagi calon pembeli yang mencari mobil pertama untuk pemakaian harian tanpa ingin diribetkan urusan perbaikan bodi dan perburuan suku cadang langka, Toyota Starlet Kapsul 1.300 cc tahun muda adalah pilihan paling bijak.