Toyota Prius selama ini dikenal sebagai mobil hybrid yang mengutamakan efisiensi bahan bakar. Namun, Toyota disebut tengah mempertimbangkan langkah yang cukup mengejutkan dengan menghadirkan Prius dengan sentuhan Gazoo Racing (GR). Mengutip Carscoops, Senin (17/8/2026), laporan media Jepang menyebutkan, Prius dengan karakter GR berpotensi diperkenalkan pada Januari 2027. Kehadiran model tersebut bahkan bisa menjadi penutup perjalanan generasi Prius saat ini apabila rumor mengenai penghentian produksinya benar. Toyota disebut sedang mempertimbangkan untuk menghentikan Prius karena penjualannya yang terus melambat. Di Amerika Serikat, penjualan Prius disebut turun 42 persen sepanjang tahun ini. Jika Prius benar-benar disuntik mati, maka Toyota kemungkinan akan memperluas lini Corolla untuk mengisi celah yang ditinggalkan. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Toyota mengenai rencana tersebut. Jika Prius memang mendekati akhir masa produksinya, maka Toyota disebut berpeluang menghadirkan versi GR atau GR Sport pada ajang Tokyo Auto Salon yang berlangsung Januari 2027. Belum ada foto mata-mata maupun informasi teknis mengenai Prius GR. Karena itu, kabar tersebut masih sebatas rumor. Namun, Toyota sebenarnya pernah memperlihatkan seperti apa Prius apabila mendapatkan sentuhan serius dari divisi Gazoo Racing. Toyota Prius GR PHEV Pernah diperlihatkan dalam bentuk konsep Pada 2023, Toyota memperkenalkan Prius 24h Le Mans Centennial GR Edition untuk merayakan 100 tahun ajang balap Le Mans. Konsep tersebut mengadopsi sejumlah elemen desain dari mobil balap Toyota GR010 Hybrid. Tampilannya dibuat jauh lebih agresif dibanding Prius standar. Toyota memberikan bodi yang lebih lebar, kap mesin dan atap berbahan serat karbon, canard di bagian depan, splitter besar, serta side skirt yang lebih tebal. Bagian belakang juga mendapat ubahan signifikan. Konsep tersebut dilengkapi wheel spat dengan ventilasi, spoiler, diffuser berukuran besar, hingga tambahan material serat karbon. Jika nantinya diproduksi sebagai mobil jalan raya, Prius GR kemungkinan gak akan tampil seekstrem versi konsep tersebut. Meski begitu, Toyota sudah memiliki gambaran mengenai arah desain yang bisa digunakan untuk membuat Prius tampil lebih sporty. Toyota RAV4 Mesin RAV4 GR Sport bisa jadi pilihan Salah satu hal yang cukup disayangkan dari konsep Prius 24h Le Mans Centennial GR Edition adalah sistem penggeraknya masih menggunakan mesin hybrid standar. Padahal, jika Toyota benar-benar ingin menghadirkan Prius GR versi produksi, maka sektor performa menjadi salah satu bagian yang seharusnya mendapat perhatian. Saat ini, Prius tersedia dalam pilihan penggerak roda depan dan semua roda, serta sistem hybrid dan plug-in hybrid (PHEV). Varian paling bertenaga adalah Prius PHEV berpenggerak roda depan. Model yang sebelumnya dikenal di Amerika Serikat sebagai Prius Prime tersebut menggunakan mesin 2,0 liter dengan tenaga 220 tk. Tenaga tersebut membuat Prius PHEV mampu berakselerasi dari 0-97 km per jam dalam 6,6 detik. Namun, Toyota sebenarnya memiliki opsi yang lebih menarik jika ingin membuat Prius GR dengan performa lebih tinggi. RAV4 GR Sport terbaru, misalnya, menggunakan mesin 2,5 liter yang dipadukan dengan sistem plug-in hybrid. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga 324 tk dan sistem penggerak semua roda. Dengan konfigurasi itu, RAV4 GR Sport mampu melaju dari 0-97 km per jam dalam 5,4 detik. Penggunaan mesin tersebut pada Prius mungkin terlalu berlebihan. Namun, mesin RAV4 PHEV berpenggerak roda depan dengan tenaga 264 tk saja sudah cukup untuk meningkatkan performa Prius secara signifikan. Untuk saat ini, rencana Prius GR masih sebatas rumor. Begitu juga dengan kabar mengenai kemungkinan Toyota menghentikan produksi Prius. Namun, jika Prius memang benar-benar akan mengakhiri perjalanan generasi saat ini, mengubah mobil hybrid yang identik dengan efisiensi menjadi model GR bertenaga lebih dari 300 tk tentu bakal menjadi cara yang menarik untuk mengucapkan selamat tinggal.