Astra Motor (TAM) mengakui kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional, termasuk penjualan mobil bermesin bensin. Toyota menilai kebutuhan kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE) masih tinggi karena mayoritas kendaraan yang digunakan masyarakat Indonesia saat ini masih mengandalkan teknologi tersebut. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tantangan bagi Toyota, tetapi juga industri otomotif secara keseluruhan. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 “Memang ini merupakan suatu challenge, terutama bukan hanya untuk Toyota, tetapi juga untuk dunia otomotif nasional,” kata Bansar di Yogyakarta (15/9/2026). Menurut dia, BBM masih menjadi sumber energi utama bagi kendaraan yang beroperasi di Indonesia. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap kendaraan bermesin ICE masih sulit untuk ditinggalkan dalam waktu dekat. “Salah satu sumber bahan bakar yang masih menjadi mayoritas di Indonesia adalah BBM untuk kendaraan ICE. Kalau teman-teman tahu, mayoritas kendaraan kita masih ICE dibandingkan BEV dan itu pastinya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya. Toyota Yaris Cross G Hybrid Toyota Andalkan Hybrid Di tengah kondisi tersebut, Toyota melihat teknologi hybrid dapat menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang masih membutuhkan kendaraan dengan mesin bensin. “Namun Toyota dengan adanya hybrid bisa membantu customer dengan menghadirkan teknologi hybrid yang lebih fuel efficient. Sehingga bisa mengurangi kesulitan-kesulitan, terutama bagi customer pada saat pengisian bensin,” kata Bansar. Menurut dia, kondisi ketersediaan BBM tersebut turut memberikan dampak terhadap penjualan mobil hybrid Toyota. Perusahaan mencatat penjualan kendaraan hybrid mengalami peningkatan lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. diler Auto2000 Penjualan Terdampak Bansar mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya perubahan respons konsumen terhadap pilihan teknologi kendaraan di tengah kondisi bahan bakar yang ada saat ini. “Ini sangat ber-impact, terutama terhadap penjualan hybrid kami. Tadi teman-teman juga sudah kami informasikan bahwa peningkatannya dibandingkan tahun lalu lebih dari 80 persen,” ujarnya. Ilustrasi showroom Nasmoco Ring Road Solo Toyota berharap teknologi hybrid dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang masih membutuhkan fleksibilitas kendaraan bermesin bensin, tetapi ingin menekan konsumsi BBM. Seperti diketahui, saat ini Toyota masih memimpin pasar otomotif Indonesia pada Januari–Augustus 2026 dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 29,3 persen untuk wholesales. Namun pangsa pasar tersebut menyusut dari sebelumnya sekitar 32,3 persen.