Kesan pertama ketika saya duduk di balik kemudi Toyota Veloz Q Hybrid adalah posisi berkendara yang cukup nyaman dengan visibilitas ke depan yang tergolong luas. Pilar A tidak terlalu mengganggu pandangan sehingga pengemudi masih bisa mendapatkan gambaran kondisi di sekitar kendaraan dengan cukup baik. Posisi duduk juga terasa mudah disesuaikan untuk mendapatkan pandangan yang sesuai. Toyota Veloz Hybrid Begitu mulai berjalan, karakter hybrid langsung menjadi bagian yang paling terasa. Tarikan Spontan Veloz Q Hybrid menggunakan mesin bensin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan Toyota Hybrid System (THS) dan transmisi CVT. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 111 PS pada 5.500 rpm, dengan torsi 121 Nm. Sementara motor listrik menghasilkan torsi hingga 141 Nm. Di atas kertas, angka tersebut memang sudah cukup untuk sebuah MPV keluarga. Namun, yang lebih menarik justru bagaimana tenaga tersebut disalurkan. Ketika pedal gas mulai diinjak, respons motor listrik terasa spontan. Toyota Veloz Hybrid Mobil seperti langsung terdorong ke depan tanpa perlu menunggu putaran mesin naik terlebih dahulu. Sensasi ini membuat Veloz Hybrid terasa cukup ringan ketika diajak berakselerasi dari kecepatan rendah. Responsnya juga terasa linear sehingga pengemudi tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk mendapatkan dorongan yang diinginkan. Ketika mesin bensin mulai bekerja, perpindahannya juga terasa cukup halus. Peralihan sumber tenaga tidak memberikan hentakan yang mengganggu, sehingga karakter berkendaranya tetap terasa nyaman. Manuver Terasa Stabil Saat diajak melakukan manuver, Veloz Q Hybrid memberikan rasa percaya diri yang cukup baik. Toyota Veloz Hybrid Veloz Q Pada kecepatan rendah, setir terasa mudah diarahkan dan responsnya cukup presisi. Hal ini terasa membantu ketika harus melakukan manuver di area perkotaan maupun ruang yang relatif terbatas. Ketika kecepatan dinaikkan, bodi mobil juga masih terasa stabil. Gerakan bodi ketika berpindah arah tidak berlebihan sehingga pengemudi masih dapat mengontrol kendaraan dengan mudah. Karakter suspensinya juga terasa pas untuk sebuah MPV keluarga. Bantingan mampu meredam permukaan jalan dengan cukup baik, tetapi mobil tidak terasa terlalu mengayun ketika digunakan bermanuver. Tambahan bobot dari komponen hybrid juga tidak membuat karakter pengendaliannya terasa aneh. Mobil tetap mudah dikendalikan dan memberikan rasa stabil ketika berpindah arah. Karakter Pedal Rem Meski secara umum karakter berkendaranya terasa nyaman, ada satu hal yang menurut kami membutuhkan penyesuaian, yakni respons pedal rem. Pada awal injakan, pedal rem terasa cukup pakem. Setelah tekanan pedal mulai diurut, pengeremannya baru terasa lebih mudah dikontrol secara halus. Karakter seperti ini membuat pengemudi yang baru pertama kali mengendarai Veloz Q Hybrid perlu membiasakan diri dengan respons pedalnya. Setelah mengetahui karakter tersebut, pengemudi tentu bisa menyesuaikan tekanan pedal agar pengereman terasa lebih halus, terutama ketika berhenti perlahan di lalu lintas perkotaan. Kesimpulan Secara keseluruhan, impresi berkendara Toyota Veloz Q Hybrid cukup menarik untuk sebuah MPV keluarga. Respons spontan dari motor listrik menjadi karakter yang paling terasa. Tarikannya terasa berisi sejak pedal gas diinjak, sementara perpindahan antara tenaga listrik dan mesin bensin berlangsung cukup halus. nya juga memberikan rasa stabil dan mudah dikendalikan. Ditambah kabin yang terasa lebih senyap ketika mobil berjalan dalam mode listrik, pengalaman berkendara Veloz Q Hybrid terasa nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Catatan kecilnya ada pada karakter pedal rem yang cukup pakem pada awal injakan sehingga membutuhkan sedikit waktu untuk membiasakan diri.