JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota C-HR menjadi salah satu model yang cukup mencuri perhatian sejak pertama kali diperkenalkan. Desainnya yang futuristis dengan bentuk bodi coupe crossover sempat menuai pro dan kontra, tetapi tetap berhasil menarik banyak konsumen di berbagai negara. Mengutip Carscoops, Jumat (4/9/2026), sejak meluncur pada 2016, Toyota C-HR tercatat sudah terjual lebih dari 2,1 juta unit secara global dalam kurun waktu 10 tahun. Untuk merayakan satu dekade kehadirannya, Toyota memberikan sejumlah penyegaran pada varian tertinggi C-HR GR Sport untuk pasar Eropa. Ubahan yang diberikan bukan pada sektor struktur maupun performa mesin, melainkan lebih banyak menyasar tampilan dan fitur agar C-HR tetap kompetitif di tengah persaingan SUV kompak yang semakin ramai. Warna Baru dan Pelek 20 Inci Untuk pasar Eropa, Toyota C-HR GR Sport edisi ulang tahun ke-10 mendapatkan pilihan warna baru Onyx Grey matte. Warna tersebut dipadukan dengan aksen hitam pada beberapa bagian bodi, mulai dari bumper depan, atap, hingga area belakang kendaraan. Tampilan ini membuat C-HR GR Sport terlihat lebih agresif dan berkarakter. Toyota juga memasang pelek alloy baru berukuran 20 inci dengan finishing abu-abu matte. Ukuran tersebut lebih besar dibanding versi sebelumnya yang menggunakan pelek 19 inci. Masuk ke bagian interior, Toyota masih mempertahankan nuansa sporty khas GR Sport. Namun, kini fitur head-up display (HUD) menjadi perlengkapan standar. Selain itu, konsumen juga bisa memilih fitur tambahan seperti panoramic sunroof dan sistem audio premium JBL. Tetap Hybrid Toyota C-HR GR Sport tetap mengandalkan pilihan mesin hybrid dan plug-in hybrid (PHEV). Tidak ada peningkatan tenaga khusus meskipun menggunakan label GR Sport. Varian hybrid 1.8 liter menghasilkan tenaga 138 hp. Sementara varian hybrid 2.0 liter mampu menghasilkan tenaga 178 hp. Untuk versi plug-in hybrid, tenaga yang dihasilkan mencapai 220 hp dengan kemampuan melaju menggunakan tenaga listrik murni hingga 66 km berdasarkan pengujian WLTC. Toyota juga menyematkan sistem geo-fencing pada varian PHEV. Fitur tersebut memungkinkan mobil secara otomatis beralih ke mode listrik ketika memasuki kawasan rendah emisi di beberapa kota Eropa. Meski memakai nama GR Sport, peningkatan yang diberikan bukan pada performa mesin, melainkan pada pengendalian. Toyota membekali C-HR GR Sport dengan peredam kejut Frequency Selective Control (FSC) racikan GR, dynamic damper pada suspensi depan, serta penyetelan ulang sistem kemudi elektrik. Toyota C-HR Toyota C-HR di Indonesia Hadir Sejak 2018 Untuk pasar Indonesia, Toyota C-HR pertama kali diperkenalkan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) pada 2018. Saat awal peluncuran, Toyota hanya menawarkan C-HR dengan mesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) berbahan bakar bensin. Setahun berselang, tepatnya pada 2019, TAM mulai menghadirkan varian C-HR Hybrid untuk konsumen Tanah Air.