PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan telah melakukan pengujian penggunaan bahan bakar biodiesel B50 sejauh 50.000 kilometer. Hasil sementara menunjukkan belum ada kendala berarti pada kendaraan yang diuji. Marketing Director PT TAM Bansar Maduma mengatakan, pengujian menggunakan Toyota Fortuner tersebut merupakan bagian dari persiapan perseroan menghadapi rencana peningkatan campuran biodiesel di Indonesia. "Kalau untuk B50, kami melakukan pengujian hingga 50.000 km. Sejauh ini, kami belum ada kendala sama sekali," kata Bansar di sela GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang belum lama ini. Toyota Fortuner yang telah menjalani tes B50 sejauh 50.000 km Menurut dia, salah satu komponen yang menjadi perhatian selama pengujian adalah filter bahan bakar. Namun, berdasarkan hasil evaluasi sementara, umur pakainya justru cenderung lebih panjang dibanding perkiraan awal. Meski demikian, Toyota tetap mengimbau pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan. "Bagaimanapun kami selalu menyarankan pelanggan melakukan perawatan sesuai dengan yang ada di buku servis," ujar Bansar. Toyota Fortuner Flexy Fuel Concept dan Toyota Fortuner B50 di GIIAS 2026 E10 Sudah Kompatibel Selain biodiesel, Toyota juga mengaku telah menyiapkan kendaraannya untuk penggunaan bahan bakar etanol dengan campuran hingga E10. Bansar mengatakan, kendaraan Toyota saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar tersebut sehingga siap mengikuti apabila pemerintah menerapkan kebijakan pencampuran etanol di masa mendatang. "Kalau untuk etanol, kami sudah compatible, terutama untuk E10," kata dia. Toyota Fortuner Flexy Fuel Concept di GIIAS 2026 Kendaraan Hybrid Di sisi lain, Toyota mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Hingga saat ini, kontribusi model elektrifikasi telah mencapai sekitar 27 persen dari total penjualan Toyota di Indonesia. Kontributor terbesar masih berasal dari Kijang Innova Zenix Hybrid, disusul Veloz Hybrid, Yaris Cross Hybrid, dan Alphard Hybrid. "Elektrifikasi sekarang kontribusinya sekitar 27 persen. Yang paling besar masih Zenix Hybrid, kemudian Veloz Hybrid," ujar Bansar.