PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) belum berencana memproduksi mobil listrik terbaru, Toyota bZ4X Touring, di dalam negeri dalam waktu dekat. Meski demikian, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan peluang produksi lokal tetap terbuka apabila permintaan pasar dinilai cukup besar. Terlebih, mobil tersebut dibangun di atas platform yang sama dengan bZ4X reguler yang sudah dirakit di Indonesia. Toyota bZ4X Touring di GIIAS 2026 "Sementara ini belum ada rencana. Tapi secara platform sebenarnya sama (dengan bZ4X biasa). Jadi kalau suatu saat harus diproduksi, kami juga paling hanya sedikit melakukan modifikasi," ujar Nandi di sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD City, Tangerang, Selasa (29/7/2026). Pertimbangan Produksi Nandi menjelaskan, keputusan Toyota untuk memproduksi suatu model di Indonesia selalu diawali dengan evaluasi terhadap permintaan pasar. Jika volume penjualannya telah memenuhi skala ekonomi, perusahaan akan mengkaji kemungkinan produksi lokal. "Kalau nanti demand-nya sudah cukup dan volumenya memenuhi, baru kami akan studi untuk local production," kata Nandi. "Sama seperti model-model lainnya, biasanya dimulai dari proses assembling terlebih dahulu," tambahnya. Toyota bZ4X Touring di GIIAS 2026 Untuk saat ini, Toyota masih memusatkan produksi lokal pada bZ4X reguler yang dirakit di fasilitas TMMIN di Karawang. "Masih dong, bZ4X yang sekarang masih diproduksi. Itu kan Karawang pride," ujarnya. Perbedaan dengan bZ4X Reguler Karena menggunakan platform yang sama, Nandi menyebut sebagian besar basis kendaraan bZ4X Touring tidak berbeda dengan bZ4X reguler. Perbedaan utamanya terletak pada desain bagian belakang yang dibuat lebih panjang untuk meningkatkan kapasitas bagasi sekaligus memberikan karakter touring yang lebih kuat. "Yang paling membedakan itu bagian belakangnya saja. Ada sedikit tambahan di belakang," kata Nandi. Toyota membekali bZ4X Touring dengan sistem penggerak semua roda (AWD) melalui dua motor listrik yang ditempatkan di masing-masing as roda. Toyota bZ4X Touring di GIIAS 2026 Setiap eAxle menghasilkan tenaga 167 kW dan torsi 268,6 Nm, sehingga total output sistem mencapai 280 kW. Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 74,69 kWh. Toyota mengeklaim mobil ini mampu menempuh jarak 462 hingga 487 kilometer dalam sekali pengisian penuh, bergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara. Untuk mendukung kemampuan melintasi berbagai medan, bZ4X Touring dibekali Offroad Capability Drive Mode dengan pilihan Snow/Dirt dan Deep Snow/Mud. Selain itu, fitur Grip Control membantu mengatur distribusi tenaga dan pengereman di setiap roda agar traksi tetap optimal saat melintasi permukaan licin maupun jalan tidak rata. Di Indonesia, Toyota memasarkan bZ4X Touring dengan banderol Rp 889 juta on the road (OTR) DKI Jakarta.