BYD terus memperkuat posisinya di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Hingga Agustus 2026, BYD membukukan penjualan wholesales lebih dari 40.600 unit dengan pangsa pasar sekitar 37 persen. Pencapaian tersebut ditopang oleh sejumlah model yang bermain di segmen berbeda, termasuk BYD Atto 1 dan BYD M6 DM. Kehadiran kedua model tersebut memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi BYD, dari mobil listrik berukuran ringkas hingga MPV plug-in hybrid. Penjualan BYD tembus 40.600 unit hingga Agustus 2026. Atto 1 dan M6 DM menjadi model yang memperkuat posisi BYD di pasar elektrifikasi. BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang berperan di segmen mobil listrik kompak. Sementara BYD M6 DM mengisi ceruk berbeda melalui teknologi plug-in hybrid yang menggabungkan penggerak listrik dengan mesin bensin. Pertumbuhan penjualan BYD juga berlangsung seiring dengan semakin besarnya pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Pada semester pertama 2026, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) nasional telah melampaui 84.000 unit. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ilustrasi suasana booth BYD di GIIAS 2026 Atto 1 Perkuat Segmen Mobil Listrik Ringkas Pertumbuhan pasar BEV memberikan ruang bagi produsen untuk menghadirkan produk di berbagai kelas. BYD memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan lini kendaraan yang mencakup hatchback, city car, sedan, SUV, hingga MPV. BYD Atto 1 menjadi salah satu produk yang mengisi segmen mobil listrik ukuran kecil. Kehadirannya memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan ukuran yang lebih ringkas. Dengan semakin beragamnya pilihan produk, BYD tidak hanya mengandalkan satu segmen untuk mendorong penjualan kendaraan listriknya. Penjualan BYD tembus 40.600 unit hingga Agustus 2026. Atto 1 dan M6 DM menjadi model yang memperkuat posisi BYD di pasar elektrifikasi. M6 DM Ikut Dongkrak Segmen PHEV Selain BEV, BYD juga melihat peluang dari pertumbuhan kendaraan plug-in hybrid atau PHEV. Pada semester pertama 2026, penjualan PHEV nasional mencapai sekitar 7.000 unit. Angka tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di kisaran 2.000 unit. Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap kendaraan yang menawarkan pengalaman berkendara dengan tenaga listrik, tetapi tetap memberikan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Ilustrasi booth BYD di GIIAS 2026 “Agustus 2026 menjadi momentum yang menggembirakan bagi perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dalam keterangan resmi (22/9/2026). “Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” kata dia.