Persaingan pengembangan baterai solid-state di China semakin ketat. Sejumlah produsen baterai dan otomotif mulai mengarahkan target yang sama, yakni melakukan produksi uji coba hingga pengujian kendaraan pada 2027. nama besar seperti BYD, CATL dan Geely sebelumnya telah mengungkapkan rencana pengembangan teknologi tersebut. Kini, sejumlah produsen baterai seperti CALB, Gotion High-Tech hingga Farasis Energy turut menargetkan pengujian baterai solid-state pada periode yang sama. Seperti disitat Carnewschina, perkembangan ini membuat 2027 berpotensi menjadi salah satu fase penting menuju komersialisasi baterai solid-state untuk kendaraan listrik. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair, baterai solid-state menggunakan elektrolit padat. Teknologi ini dikembangkan dengan potensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, sekaligus peningkatan dari sisi keselamatan dan jarak tempuh kendaraan listrik. Namun, tantangan produksi dalam skala besar dan biaya masih menjadi pekerjaan rumah sebelum teknologi tersebut bisa digunakan secara luas. Sebuah mobil listrik BYD Seal DM-i dipamerkan di Pameran Otomotif Beijing di Beijing pada 25 April 2024. BYD, CATL dan Geely Bidik 2027 BYD menjadi salah satu produsen yang cukup serius mengembangkan baterai solid-state. Perusahaan telah mendaftarkan enam paten terkait teknologi tersebut dan menargetkan uji coba pada 2027. CATL juga mengarahkan pengembangan ke periode serupa. Produsen baterai terbesar di China tersebut telah kembali menyampaikan kepada investor mengenai rencana produksi uji coba solid-state pada 2027. Geely mengambil pendekatan yang tak kalah agresif. Pabrikan otomotif tersebut mengembangkan baterai solid-state dengan kepadatan energi mencapai 500 Wh/kg. Produksi uji coba dan validasi pada kendaraan ditargetkan berlangsung pada 2027. Dengan kepadatan energi tersebut, teknologi solid-state berpotensi memberikan peningkatan signifikan terhadap jarak tempuh mobil listrik dibandingkan baterai yang digunakan saat ini. Produsen Baterai Ikut Berlomba Tidak hanya tiga nama besar tersebut, sejumlah produsen baterai China mulai menetapkan target pengembangan masing-masing. CALB, yang berada di posisi ketiga produsen baterai terbesar di China, berencana melakukan validasi baterai solid-state dalam skala kecil pada kendaraan listrik mulai 2027. Setelah melewati tahap tersebut, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi pada periode 2030-2032. Gotion High-Tech, produsen baterai yang didukung Volkswagen, tengah mengembangkan baterai solid-state dengan kepadatan energi sekitar 350 Wh/kg. Pengujian jalan dengan pemasangan baterai pada sejumlah kecil kendaraan listrik ditargetkan berlangsung pada 2027. Produksi komersial skala besar kemudian direncanakan pada 2029-2030. Farasis Energy yang mendapat dukungan Mercedes-Benz juga mempunyai target serupa. Validasi pada kendaraan listrik direncanakan mulai 2027 sebelum memasuki produksi komersial skala besar pada 2030. Sementara EVE Energy mengambil jadwal sedikit berbeda. Perusahaan mengklaim telah berhasil mengembangkan sel solid-state berbasis sulfida dengan kapasitas pada skala Ah. Generasi pertama ditargetkan memiliki kepadatan energi maksimal 350 Wh/kg dan 800 Wh/L pada 2026. Selanjutnya, generasi kedua dengan kepadatan energi 1.000 Wh/L direncanakan hadir pada 2028. perbaikan baterai CATL Empat Pemain Besar Kuasai Lebih dari 75 Persen Pasar Perlombaan menuju baterai solid-state menjadi semakin menarik jika melihat posisi para perusahaan tersebut di industri baterai China. Berdasarkan China EV DataTracker per Juli 2026, CATL masih menjadi pemain terbesar dengan pangsa pasar 42,9 persen, disusul BYD sebesar 19,5 persen. CALB, Gotion High-Tech dan EVE Energy masing-masing berada di posisi ketiga, keempat dan kelima. Empat produsen baterai terbesar secara keseluruhan menguasai lebih dari 75 persen pasar China. Menariknya, empat pemain teratas tersebut sama-sama telah mengarahkan pengembangan solid-state menuju tahap produksi uji coba pada 2027. Artinya, persaingan baterai kendaraan listrik China berpotensi memasuki babak baru. Setelah selama beberapa tahun industri berfokus pada pengembangan LFP dan NMC, kepadatan energi, kecepatan charging serta penurunan biaya produksi, solid-state mulai menjadi medan persaingan berikutnya. Ada pula pemain baru yang mencoba masuk. Dreame Technology, perusahaan yang lebih dikenal melalui produk robot vacuum cleaner, mengklaim tengah mengembangkan baterai solid-state bernama Galaxy Crystal. Sel tersebut diklaim memiliki kapasitas maksimal 60 Ah dengan kepadatan energi lebih dari 450 Wh/kg. Dreame bahkan memasang target lebih agresif dengan memulai pengiriman skala kecil pada 2026 dan menuju produksi komersial pada 2027. Meski demikian, sebagian besar rencana baterai solid-state saat ini masih berada pada tahap pengembangan, produksi uji coba atau validasi kendaraan. Produksi massal dalam jumlah besar umumnya baru ditargetkan menjelang akhir dekade. Karena itu, 2027 belum tentu menjadi tahun ketika mobil listrik berbaterai solid-state langsung dipasarkan secara massal. Namun, tahun tersebut berpotensi menjadi titik penting untuk melihat teknologi mana yang benar-benar siap meninggalkan laboratorium dan masuk ke kendaraan produksi.