Geely Auto Indonesia membuka peluang membawa merek lain yang masih berada dalam satu grup, yakni Lynk & Co, ke pasar Indonesia. Namun, rencana tersebut belum memiliki jadwal pasti. Geely masih mengembangkan sejumlah model Lynk & Co agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan konfigurasi setir kanan. Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan pengembangan tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus diselesaikan sebelum Lynk & Co dipasarkan di Indonesia. "Tetapi timing-nya kita masih belum bisa memastikan karena saat ini Lynk & Co juga sedang dikembangkan untuk memiliki model-model yang setir kanan," kata Herlijoso di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2026). "Kalau kita tahu sebelumnya Lynk & Co kan memang hanya fokus di Eropa ataupun di China, di mana itu adalah masih setir kiri," ujarnya. Lynk & Co 08 "Saat ini kita sedang kembangkan untuk memulai melakukan penjualan untuk right hand drive market," katanya. Produksi Selain kesiapan produk, kemungkinan produksi Lynk & Co di Indonesia juga menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan Geely. "Itu salah satu yang sedang dipertimbangkan juga," ujar Herlijoso. Untuk diketahui, saat ini Geely telah memiliki basis produksi lokal di Indonesia. Saat ini, Geely bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk melakukan perakitan kendaraan. Produksi lokal tersebut dimulai pada 2025 dan mencakup beberapa model Geely. Starray EM-i mulai dirakit pada September 2025, disusul Geely EX5 dan kemudian EX2. Lynk & Co buka pemesanan 10+ & 10 Lynk & Co Lynk & Co merupakan salah satu merek yang berada di bawah Geely Auto Group. Selain Geely Auto, grup tersebut juga menaungi Zeekr dan Lynk & Co dalam satu ekosistem global. Lynk & Co sendiri didirikan pada 2016 dan awalnya dibentuk sebagai kerja sama antara Geely Auto Group dan Volvo Car Group. Merek ini berkantor pusat di Gothenburg, Swedia, dan sejak awal diposisikan sebagai merek “new premium” dengan fokus pada desain, teknologi, konektivitas, dan kendaraan energi baru. Dari sisi bisnis, Lynk & Co mencatat penjualan global 350.495 unit sepanjang 2025, naik 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Merek ini juga terus memperluas jajaran kendaraan elektrifikasi, termasuk model plug-in hybrid (PHEV) dan mobil listrik.