Geely Auto Indonesia terus memperluas jaringan penjualannya setelah resmi kembali meramaikan pasar otomotif nasional. Pabrikan asal China tersebut menargetkan memiliki puluhan hingga akhir 2026, sebagai bagian dari strategi memperkuat layanan penjualan dan purnajual di berbagai daerah. Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan bahwa saat ini jumlah diler yang sudah terlibat dan beroperasi telah melampaui 50 lokasi. “Dalam waktu dekat memang kita masih akan menambah beberapa dealer karena sudah ada beberapa kandidat dealer yang sudah engage,” kata Herlijoso di Mandalika (20/7/2026). Target 80 Outlet hingga Akhir Tahun Geely menargetkan sejumlah diler masih terus bertambah sebelum tutup tahun 2026. Jumlah tersebut dinilai penting untuk mendukung penjualan model-model baru Geely, termasuk kendaraan listrik dan hybrid yang kini menjadi fokus utama perusahaan. Geely Coolray “Target sampai dengan akhir tahun ini kita akan punya kurang lebih 80 outlet yang kita ingin buka,” ujar Herlijoso. Dengan jaringan yang semakin luas, Geely berharap konsumen tidak hanya lebih mudah membeli kendaraan, tetapi juga mendapatkan akses layanan servis dan suku cadang yang lebih baik. Diler Sudah Menjangkau Luar Jawa Herlijoso menegaskan bahwa pengembangan jaringan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa. Saat ini Geely sudah menggandeng grup diler dari Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. “Sudah se-Indonesia. Kalimantan saja mungkin ada tiga atau empat grup yang saat ini hadir, dari Sumatera dan tentu saja dari Jawa,” katanya. Geely Coolray Meluncur di Mandalika: Penantang Baru SUV Turbo Kehadiran diler di luar Jawa menjadi langkah penting mengingat pasar otomotif Indonesia tersebar luas dan memiliki karakter konsumen yang berbeda-beda. Saat ini Geely menawarkan beberapa model elektrifikasi, seperti Geely EX2, EX5, dan Starray EM-I, serta SUV terbaru Geely Coolray. Model termurahnya, Geely EX2, dipasarkan mulai Rp 239,9 juta untuk tipe Pro dan Rp 269,9 juta untuk tipe Max (OTR Jakarta).